Kesehatan
Minggu 14 Januari 2018 17:34
Kasus Difteri yang terparah di Jawa Timur, kedua Jabodetabek dan Tangerang Banten. (FOTO: IST)
\"Share

LEBAK - Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat sebanyak 12 penderita dari 224 kasus difteri di daerah ini dilaporkan meninggal dunia. Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Krisis Kesehatan Dinkes Banten, drg Rostina dalam keteranganya, Minggu (14/01), mengatakan selama ini kasus difteri mendapat perhatian pemerintah agar penyakit tersebut tidak meluas.

Untuk pencegahan penyakit difteri itu pihak Dinkes Banten telah melaksanakan standar operasi prosedur (SOP) yakni sensifitas penemuan kasus. Selain itu juga melakukan penatalaksanaan kasus sesuai protap juga melaksanakan penyelidikan epidemiologi.

Disamping itu juga melaksanakan Outbreak Respons Iminization (ORI). Selanjutnya, pelaporan berjenjang mulai puskesmas, Dinkes Kota/Kabupaten,Dinkes Banten dan sp ke Kemenkes setiap hari. "Kami melakukan langkah itu guna mengatasi penyakit difteri agar tidak meluas," Rostina menjelaskan.

Menurut dia, penyebaran penyakit difteri itu akibat tidak dilakukan imunisasi ORI vaksin difteri-tetanus (DT). Masyarakat agar melakukan imunisasi ORI vaksin DT agar tidak terserang penyakit tersebut.

Saat ini, pelaksanaan imunisasi ORI untuk Kabupaten Tangerang jumlah sasaran 1.192.124 orang dan realisasi cakupan 847.751 orang atau 71,11 persen.

Kabupaten Serang 526.270 orang cakupan 321.352 orang atau 61,06 persen. Kota Tangerang 618.509 orang cakupan 362.823 orang atau 58,66 persen. Kota Serang 238.691 orang dan cakupan 132.283 orang atau 55,47 persen. Kota Tangsel 478.594 orang dan cakupan 271.830 orang atau 56,80.

"Kita baru tercapai realisasi ORI dari total sasaran 3.053.988 orang dan cakupan 1.936.039 orang atau 63,39 persen. Kita berharap pekan depan bisa diatas angka 95 persen," demikian Rostina.

Diinformasikan sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Subuh menyatakan kasus kejadian luar biasa Difteri yang terparah terjadi di wilayah Jawa Timur. Kasus difteri di provinsi tersebut paling banyak jumlahnya.

"Dari 95 kabupaten-kota melaporkan kasus difteri, yang terparah di Jawa Timur, kedua Jabodetabek, dan Tangerang Banten," kata Subuh pada Desember lalu. (RHMT)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek