Nasional
Sabtu 20 Oktober 2018 15:08
Presiden Joko Widodo dalam kesempatan di Kota Tangsel. (Dok-BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Peringatan empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla turut diramaikan netizen lewat tagar #4TahunJokowi di lini massa Twitter hari ini. Beberapa di antaranya ada yang menyuarakan pencapaian Jokowi, tapi tak sedikit pula yang menagih janji.

"4 tahun Jokowi Indonesia terasa benar kemajuannya. Mungkin setiap janji memang ada yang belum terselesaikan atau yang dalam proses, dan memang saya yakin tidak ada program yang dibuat dan sempurna 100 persen terlaksana, pasti butuh proses dan perjuangan. #4TahunJokowi," tulis pemilik akun Adhikari Mahendra.

"#4TahunJokowi mungkin banyak janji yang belum terealisasi, namun banyak yang sudah beliau lakukan untuk negeri, yang memudahkan kita tanpa kita sadari," dari pemilik akun Hafiyyan.

"Alhamdulillah selama #4TahunJokowi memimpin, saya semakin tersadar bahwa hanya bermodalkan tampang ndeso tidak menjamin seorang pemimpin bisa dengan baik mengayomi rakyatnya. Dari janji palsu sampai ekonomi yang tak kunjung meroket. Negara ini semakin gaduh karena matinya hukum," tulis pemilik akun lainnya, Derry Haryadi.

Jokowi resmi empat tahun menjabat pada hari ini, Sabtu (20/10). Demi mengenang peringatan ini, ia (Jokowi) sendiri mengunggah foto saat berbenah di kantor gubernur DKI Jakarta sebelum pindah ke kantor kepresidenan.

"Melihat kembali foto ini: saya mengemas buku-buku ke dalam kardus di ruang kerja Gubernur DKI Jakarta, beberapa hari sebelum 20 Oktober 2014. Ternyata, sudah empat tahun berlalu ketika saya berpindah kerja ke Istana Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara," tulisnya di akun Twitter resmi Jokowi yang centerang biru [verified].

Cuitan Joko Widodo yang sekarang diketahui juga sebagai calon presiden bersama Kyai Maruf Amin ini diserbu ribuan komentar netizen.

Sebagai informasi, sejak memimpin Indonesia Oktober 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memiliki target tinggi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Jokowi-JK memasang target pertumbuhan ekonomi di level 7%.

Target itu juga tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), namun ternyata target itu sulit tercapai. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 tidak pernah menembus target yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dikutip laman Detikcom, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (5/2/2018), sejak 2014 ekonomi nasional hanya mampu tumbuh di level 5,02%, angka ini jauh dari asumsi dasar yang dipasang pemerintah dalam APBN yakni sebesar 5,5%.

Kemudian di 2015 ekonomi tumbuh di bawah 5%, tepatnya 4,79%, padahal targetnya 5,7%. Pada 2016 target pertumbuhan ekonomi 5,1%, tapi realisasinya 5,02%.

Selanjutnya, pemerintah juga tidak bisa merealisasikan pertumbuhan ekonomi di level 5,2% pada 2017. Sepanjang tahun lalu, laju pertumbuhan ekonomi nasional berada di level 5,07%.

Untuk 2018, pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 5,2%, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi 2018 bisa mencapai 5,2-5,3%.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal-I 2018 5,17% dan kuartal-II 2018 5,27% didongkrak oleh konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor.

"Sampai hari ini saya akan sampaikan dari sisi pertumbuhan ekonomi kita masih mencatat suatu momentum yang sangat positif semester I 5,17%, bahkan kuartal II 5,27% itu didukung semua sisi demand konsumsi, investasi, government spending, ekspor meskipun impor juga meningkat," jelas Sri Mulyani dalam acara Economic Outlook 2019 yang dihadiri para ekonom di Kuningan Jakarta, Rabu (03/10) tempo hari. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek