Hukum_Kriminal
Senin 27 Mei 2019 03:51
Harry Kurniawan bersama istri sesaat akan meninggalkan Mapolres Metro Tangerang Kota Februari lalu. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Harry Kurniawan berdiri di atas mobil komando, berupaya meredam massa aksi 22 Mei 2019 di depan kantor Bawaslu, yang mulai bertindak anarkis. Lewat pelantang suara di tangan dia memohon kepada mereka yang ada di seberang.

”Pak Ustaz, bantu kami. Kami bertahan, tolong para korlap bantu kami. Tolong jangan lakukan ini,” pekik Kapolres Metro Jakarta Pusat itu saat oknum-oknum provokator tersebut melemparkan botol, batu, dan petasan ke arah petugas.

Massa demonstran yang berada di seberang barikade pengamanan yang dilakukan polisi tampak mendengar seruan itu.

”Jangan lakukan itu teman, kami bertahan Pak Ustad, jangan disusupi orang-orang yang tak ingin aksi damai ini. Pak Ustad bantu kami, korlap bantu kami,” kata Harry lagi dikutip laman JPPN.

Seruan-seruan dari pria yang menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat sejak Februari lalu itu mendinginkan suasana. Massa menjadi lebih tenang ketegangan pun agak mereda. Aksi heroik Harry Kurniawan itupun lantas menjadi sorotan publik tanah air, publik mengapresiasi.

Tak hanya disana aksi heroik eks Kapolres Metro Tangerang Kota ini, dikutip IDNTimes-Harry bercerita sedikit soal kaum perempuan. Itu juga karena ia sedang sibuk mengayomi tiga ibu-ibu atau emak-emak dari pendukung salah satu paslon calon presiden yang akan ajukan gugatan sengketa ke MK beberapa waktu lalu.

Ia menolak menyebut segelintir ibu-ibu itu adalah bagian dari massa aksi. Sebab, memang tersiar rencana aksi damai hari ini di depan Mahkamah Konstitusi (MK). "Gak lah, mereka bukan massa aksi. Mereka emak-emak, kayak ibu saya. Makanya, saya mau antar mereka pulang saja," ujar Harry.

Ia terlihat mengantar para ibu ke samping Gedung MK. Namun, ia menginstruksikan seorang anak buahnya buat mengantar. "Tolong antar pulang mereka ya," sebut Harry. Salah satu ibu pun mengucap, "terima kasih ya Pak Harry, bapak tahu nama saya kan, kenal kan pak."

"Ya, tahulah bu, kita sering ketemu," celoteh Harry yang juga bercakap pakai bahasa Sunda dengan mereka.

Peristiwa Rabu 22 Mei 2019 memang tak berjalan damai, bahkan mencekam ketika malam tiba. Kericuhan terjadi karena ada bentrokan massa aksi dan pasukan polisi-Brimob sekaligus polisi berpakaian bebas ala preman.

Pemberitaan media massa hingga media sosial juga sudah ramai rentetan video yang menunjukkan adanya keterlibatan aparat keamanan dalam dugaan pembakaran sepeda motor dan lainnya.

Saat ditanyai hal tersebut, Harry tak membantah, namun juga punya jawaban sebagai Kapolres Jakarta Pusat. "Begini, keterkaitan kesalahan prosedur, kami ada pengawasan internal. Penindakan itu ada," ungkap dia.

Sekarang ini, ia mengimbau agar semua pihak cooling down. "Kita kan yang terbesar ini adalah menjaga keutuhan NKRI," tandas Harry.

Sebelum 'hijrah' di Kota Tangerang, Harry pernah menjabat sebagai Kapolres Subang kemudian pindah ke Kota Depok-Jawa Barat. Dia memang dikenal dekat dengan kalangan ulama dan pesantren. Selama dua tahun lebih bertugas sebagai Kapolres Metro Tangerang Kota sebelum pindah ke Jakarta pada Februari kemarin, dia menjalankan program bedah rumah marbot masjid dan program polsantren (polisi sambang pesantren).

Melalui program bedah rumah, alumnus Akpol angkatan 1995 itu membedah dan memperbaiki rumah marbot-marbot masjid dan pemandi-pemandi jenazah di Kota Tangerang.

Selain Harry dan di antara ribuan polisi yang bertugas tersebut, publik juga banyak yang mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh jajajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganaan aksi massa tersebut.

Dilini massa alias sosial media, anggota TNI banyak dibicarakan diruang publik karena dinilai sigap dan hangat dalam menangani para pendemo. TNI banyak menerjunkan anggota-anggotanya untuk mem-backup petugas kepolisian dilapangan saat aksi yang menjadi perbincangan jagat itu, seperti dari angkatan laut (Marinir). (GUNG)

Diolah berbagai sumber

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek