Hukum_Kriminal
Senin 28 September 2020 22:48
Aktivis BAPERAN dalam aksinya membawa pocong di Kantor BPN Kota Tangerang, Senin (28/09). (FOTO: Irfan Maulana)
\"Share

TANGERANG – Membawa keranda mayat dan boneka pocong sebagai simbol matinya keadilan, koalisi aktivis yang tergabung dalam Barisan Perjuangan Rakyat Tangerang alias BAPERAN, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional [BPN] yang berada di Cikokol Kota Tangerang, Senin (28/09).

Aksi BAPERAN ini tak lain adalah sebagai bentuk solideritas perjuangan untuk masyarakat terdampak proyek pembangunan Jalan Toll Cengkareng-Batuceper-Kunciran  [JORR-II], yakni masyarakat dari Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Aktivis BAPERAN dalam aksinya menuntut putusan Annmaning Pengadilan PN Klas 1 A Tangerang terhadap eksekusi dan penyerahan lahan Jilid Dua proyek JORR II tersebut. Diketahui saat ini terdapat 4 bidang lagi dan belum ter-eksekusi.

Selain itu, tuntutan BAPERAN juga minta kepada BPN Kota Tangerang dan tim apresial untuk mengkaji ulang atas harga sebesar Rp2,6 juta yang telah dilakukan konsinyasi. 

BACA JUGA: Kantor DPRD Kota Tangerang Bercucur Air Mata, Kami Sudah Bosan Janji-Janji

Dedi, salah satu warga terdampak JORR menegaskan menolak keputusan Anmanning tersebut. "Tujuannya ini memprotes masalah keputusan Annmaning. Karena biasanya kalau sudah Anmanning langsung eksekusi, makanya kami menolak,” kata Dedi dilokasi aksi.

Ia juga menjelaskan keputusan tersebut diprotes warga lantaran eksekusi dan ganti ruginya tak sesuai dengan yang ada di sertifikat. 

"Contohnya rumah punya Nurmain luasnya itu 70 meter persegi, tapi yang dibayar cuma 19 meter persegi. Bangunannyaa tidak dijelaskan," ujar dia.

Pada aksi ini aktivis BAPERAN akhirnya diterima perwakilan BPN Kota Tangerang guna menyampaikan tuntutannya. Sementara massa lainnya sempat bersi tegang dengan aparat kepolisian yang menjaga jalanya aksinya.

BACA JUGA: Uang Orang Miskin Diembat, Aktivis Desak Ketua TKSK Kecamatan Periuk Dipecat

Aktivis BAPERAN yang tergabung dari koalisi mahasiswa dan aktivis Kota Tangerang dalam aksinya membakar keranda mayat dan boneka pocong, hingga menyulut saling dorong antar massa dengan pihak aparat kepolisian.

Terpisah, Kepala BPN Kota Tangerang Sri Pranoto, mengatakan seharusnya masyarakat tidak perlu melakukan aksi demo. Pasalnya, kata dia, warga telah melayangkan gugatan atas keberatan penolakan nilai ganti rugi dampak pembangunan Tol JORR II tersebut.

"Prosesnya kan sekarang sudah ada gugatan tentang penolakan nilai ganti rugi diwakili Lawyer yang sudah ditunjuk masyarakat Benda (Tim 27), dan sudah masuk ke PN hari Jumat kemarin. Seharusnya tidak perlu demo lagi. Ini kan sedang akan proses di PN sekarang kan sedang digugat nilainya ke PN," tutur dia kepada awak media.

Sebagai informasi, masyarakat Benda tedampak proyek Pembangunan Jalan Toll Cengkareng-Batuceper-Kunciran alias JORR-II, sebelumnya juga pernah melakukan aksi di Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Tangerang, pasca lahan mereka dieksekusi. Namun, penggusuran tersebut dinilai sebagai bentuk kezdaliman karena sebelum adanya ganti rugi lahan warga terdampak proyek pembangunan nasional ini, demikian. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek