Lapsus
Rabu 23 Oktober 2019 10:32
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

SERANG - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, program bantuan sosial yang bersumber dari APBD Banten dalam bentuk Jaminan Sosial Rakyat Bersatu alias Jamsosratu yang sudah berjalan sejak 2013 sangat signifikan menekan angka kemiskinan di Banten.

"Program Jamsosratu ini sudah berjalan sejak tahun 2013. Dan manfaatnya sudah terasa langsung oleh masyarakat. Saya katakan tadi, bahwa program ini sangat signifikan dalam menekan angka kemiskinan," kata Andika Hazrumy saat menghadiri penyaluran bansos Jamsosratu, di Serang, Selasa (22/10).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui bahwa angka kemiskinan di Banten pada tahun 2016 berada di angka 9,22 persen, kata Andika.

"Tahun ini bulan Maret diangka 5,2 persen. Berarti ini kan tidak bisa dipungkiri bahwa program Jamsosratu ini berkontribusi signifikan menekan angka kemiskinan disamping ada program-program yang lain," kata Andika seperti dilansir laman Antara.

Dalam program tersebut, ujar dia, Tahun 2019 ada sekitar 50 ribu keluarga penerima manfaat program Jamsosratu di Provinsi Banten. Setiap KPM menerima bantuan sosial bersyarat sebesar Rp1.750.000 setiap tahun yang dicairkan dalam dua tahap yang disalurkan melalui bank.

BACA JUGA: Survei KPK, Indeks Integritas Pemprov Banten Alami Peningkatan

Sementara itu, Kasubdit Bansos pada Kementerian Sosial (Kemensos) RI Keukeu Komarawati mengatakan, Kemensos RI mengapresiasi program Jamsosratu yang merupakan replikasi Program Keluarga Harapan (PKH).

"Satu-satunya program yang mereplikasi PKH. Kami Kemensos RI sudah memberikan apresiasi kepada Pemprov Banten sejak 2014. Kami tentu menyambut baik karena target PKH belum bisa menyentuh warga miskin keseluruhan. Dengan hadirnya Jamsosratu ini mengcover yang belum tercover PKH. Ini menjadi sinergitas yang tepat," terangnya.

Menurutnya, Jamsosratu jelas punya manfaat yang bagus untuk menurunkan angka kemiskinan dan mengubah perilaku KPM. Ia berharap Pemprov Banten bisa mengalokasikan anggaran lebih tinggi lagi untuk Jamsosratu.

"Saya melihat posisi bansos di Pemprov Banten sebesar Rp105 miliar ini dari Rp12 sekian triliun APBD. Dari Rp105 miliar ini Rp 85 miliarnya untuk Jamsosratu. Jadi baru 0,8 persennya. Harapan ke depan bisa itu bisa lebih tinggi," ungkapnya. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek