Hukum_Kriminal
Senin 17 Desember 2018 23:07
Massa dari Yapelh melakukan aksi di depan gedung Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (17/12). (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Ratusan massa dari Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) menggeruduk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di Jakarta, Senin (17/12) sore. Meminta pemerintah bertindak secepatnya atas pelbagai kerusakan lingkungan yang terjadi.

Aktivis lingkungan hidup dari Tangerang ini juga mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menindak tegas pabrik-pabrik yang terus melakukan pencemaran lingkungan dengan membiarkan limbah B3-nya [Bahan Beracun Berbahaya].

“Karena limbah B3 ini sangat berbahaya sekali bagi kelangsungan mahluk hidup. Maka kami minta pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup untuk segera menindak tegas pabrik-pabrik yang terus melakukan pencemaran lingkungan,” cetus Saipul Basri dalam orasinya.

Dalam aksi ini puluhan sepanduk dan banner ikut dibentangkan di pagar pintu masuk gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mereka juga menyatakan limbah B3 ini lebih jahat dari “teroris”.

“Limbah B3 ini sangat berbahaya bagi kehidupan kita, sangat berbahaya bagi lingkungan hidup, limbah B3 ini lebih jahat dari “teroris” membunuh mahluk hidup dengan pelan-pelan. Untuk itu pemerintah jangan tinggal diam,” kata Zhigo aktivis lainnya.

Sementara Herman Felani, koordinator aksi, juga menyatakan pemerintah saat ini patut diduga membiarkan pabrik-pabrik yang mencemari lingkungan hidup hingga lingkungan rusak, bumi dan air terancam.

“Kami temukan banyak juga daerah-daerah di Jawa yang lingkunganya rusak hebat akibat B3. Bahkan kami temukan disana ada sumur penduduk yang sudah tidak bisa dugunakan lagi airnya, kenapa? karena airnya sudah tercemar limbah beracun berbahaya ini, dan pemerintah membiarkan hal ini, kemana mereka, mereka [pemerintah] kerjanya ngapain?!,” cetus Herman.

Untuk itu, pihaknya pun menekankan jangan sampai kejadian serupa terulang atau ditemukan di Banten. “Kami minta pemerintah menindak tegas, memberikan sanksi tegas kepada pabrik-pabrik yang terus mengeluarkan B3 ini, kalau pemerintah [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan] masih diam, kami akan gerakan massa yang lebih banyak lagi untuk turun,” tutup dia.

Dalam aksi sore itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Kabag Humasnya Djati Wicaksono Hadi menemui para aktivis. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan segera melakukan permintaan dan tuntutan aksi tersebut.

“Kami akan sampaikan tuntutan-tuntutan dari teman-teman aktivis ini kepada pimpinan kami, tetunya. Dan kami juga sampaikan terimakasih atas masukan dan kritikanya,” kata Djati ditemani staff KLHK ikut serta Direktur Eksekutif YAPELH, Uyus Setiabhakti. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek