Lapsus
Jumat 11 September 2020 21:43
Gubernur Banten rapat evaluasi penanganan Covid-19 bersama Walikota/Bupati Tangerang, Jumat (11/09). (FOTO: Humas)
\"Share

TANGERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim setelah mengeluarkan kebijakan Perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Banten sejak hari Senin (07/09) yang lalu, kini terus melakukan berbagai upaya dalam penanganan pandemi Covid-19 di tanah jawara dan santri ini.

Selain dengan memperluas area wilayah PSBB di seluruh  kota dan kabupaten di Provinsi Banten, Gubernur Banten juga terus melakukan konsolidasi dan evaluasi setiap perkembangan yang terjadi di setiap kabupaten/kota.

Salah satunya melakukan Rapat Evaluasi PSBB dengan Kepala Daerah dan Forkompinda  wilayah Tangerang Raya (Kota/Kabupaten Tangerang), di Pendopo Bupati Tangerang Ki Samaun, Jum'at (11/09). Wilayah Tangerang Raya sendiri telah menerapkan PSBB sejak April 2020 lalu.

Tengerang Raya yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, menjadi salah satu pertimbangan untuk menekan munculnya peningkatan cluster baru. Salah satunya, kembali mengaktifkan rumah sakit rujukan Covid-19 dan mengaktifkan kembali rumah singgah Covid-19 untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kasus Covid-19.

BACA JUGA: Ngeri! COVID-19 Meningkat PSBB Segera Berlaku Diseluruh Banten

"Banten sejak awal terus melanjutkan PSBB,  yang membedakannya saat ini adalah lebih luas ke wilayah kabupaten/kota selain wilayah Tangerang," ungkap Gubernur Banten.

"Kita tidak mengenal "rem darurat" tapi terus menjalankan PSBB secara countine dalam penanganan Covid-19 di Banten," ujar dia.

Masih menurut Gubernur Banten, pihaknya bersama para Bupati, Walikota, serta Forkopimda akan melakukan gerakan bersama secara massif untuk sosialisasi protokol kesehatan.

"Kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan selama ini sudah bagus. Tapi akan kita tingkatkan lagi," cetus eks DPR RI ini.

BACA JUGA: Corona Meningkat, Wali Kota Tangerang Perintahkan Jajarannya Pantau Pelaku Usaha

"Itu sebagai bagian dari langkah kami dalam melindungi masyarakat Banten. Kami berusaha keras secara bersama. Jangan sampai masyarakat panik," tegas Gubernur Banten.

Ditegaskan pula, PSBB terus diperpanjang karena selama ini yang ditumbuhkan adalah kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita PSBB saja, tidak ada istilah PSBB Total. Di sana ada norma-norma yang bisa diatur dan disepakati dengan bupati/walikota. Poin apa saja yang dipertegas," demikian Gubernur Banten.

Hadir pada rapat evaluasi tersebut, Bupati Tangerang Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kapolres/Kapolresta Tangerang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai kondisi pandemi saat ini lebih baik ditangani dengan menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM), hal tersebut merujuk pada pendapat ahli selama penanganan Covid-19.

Hal itu dipaparkan Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman. Pernyataan presiden soal PSBM itu diutarakan dalam pertemuan bersama pimpinan redaksi media, pada Kamis (10/09) kemarin. Jokowi, kata Fadjroel, menganggap PSBM akan lebih efektif dengan menerapkan protokol kesehatan. (GUNG/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek