Ekonomi
Jumat 14 Agustus 2020 22:16
Sosialisasi Desa Wisata dan Benda Cagar Budaya di Bendungan Pamarayan Lama, Jumat (14/08). (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

SERANG - Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa memastikan jika Bendungan Pamarayan Lama di Kecamatan Pamarayan bakal dijadikan wisata unggulan. Sehingga destinasi wisata yang ada di Kabupaten Serang kian beragam. 

"Kita akan dorong obyek wisata unggulan agar obyek wisata kita ini lebih beragam, karena kita sudah punya obyek wisata pantai, pegunungan, dan wisata religi. Sekarang kita punya wisata peninggalan sejarah pada zaman Belanda,” ujar Pandji disosialisasi Desa Wisata dan Benda Cagar Budaya di Areal Bendungan Pamarayan Lama, Jumat (14/08).

BACA JUGA: Politisi PDIP: Orang-Orang yang Manipulasi Bansos Harus Dipenjarakan

Dikatakan  Pandji, Bendungan Pamarayan Lama pada zamannya terbesar di Indonesia dan baru terkalahkan pada tahun 1962. Setelah tahun 1962 terbangun kembali Bendungan Jati Luhur yang lebih besar dari Bendungan Pamarayan.

“Disusul Bendungan Gajah Mungkur, Bendungan Cirata, Bendungan Sabuling tapi sampai tahun 1962 (Bendung Pamarayan) ini adalah bendungan  terbesar di Indonesia makanya ini punya nilai sejarah yang luar biasa,” terangnya.

Guna menunjang destinasti wisata unggulan, sebut Pandji diantaranya jalan sudah dibenahi dengan dibetonisasi sebagai penunjangnya. Untuk saat ini obyeknya akan dikemas sebagus mungkin agar lebih menarik.

BACA JUGA: Ketapang Urban Aquaculture Jadi Destinasi Wisata

“Obyek sudah ada, cuma kemasannya yang akan kita benahi, dan kali mati akan dibangun danau buatan dan gubug-gubug agar terlihat indah,” kata dia dalam siaran persnya.

Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Hamdani menambahkan jika Pemkab Serang sudah membuat Site Plan atau rencana bangun kedepan tentang wisata Bendung Pamarayan Lama.

“Kenapa, memang dasarnya punya ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain, bahwa sebelum zaman belanda membangun zaman Kesultanan Banten Bendung Pamarayan sudah berfungsi untuk mengairi irigasi daerah Pontang, Tirtayasa, Tanara bahkan sampai Kecamatan Kramatwatu, itu sejarah yang saya baca,” papar dia. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek