Hukum_Kriminal
Sabtu 05 September 2020 09:27
Akivis Banksasuci menemukan limbah medis selang infus di sungai Cisadane, Jumat (03/09). (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG - Aktivitis lingkungan dari komunitas Banksasuci alias Bank Sampah Sungai Cisadane, melakukan penyusuran sungai Cisadane, Jumat (04/09) sore guna mencari limbah medis yang sangat berbahaya.

Banksasuci bersama dinas lingkungan hidup, dinas pekerjaan umum Kota Tangerang, bersama anggota TNI Polri melakukan susur sungai [Cisadane] hingga perbatasan Kota Tangsel.

Diketahui sungai Cisadane yang melintasi Kota Tangerang hingga Kabupaten Tangerang, akhir akhir ini didapati sampah limbah medis. Sampah limbah medis tersebut diduga sengaja dibuang ke sungai Cisadane.

Sampah limbah medis tersebut di duga sengaja dibuang dan tercecer yang berasal dari longsoran Tepmat Pembuangan Akhir (TPA) Cipecuang, Serpong Kota Tangerang Selatan.

Selama dua jam penyisiran, tim menemukan sejumlah limbah medis berupa selang infus beserta jarum, dan botol obat, limbah sampah yang ditemukan adalah termasuk limbah berbahaya.

Direktur Banksasuci, Ade Yunus kepada pewarta mengatakan, sungai Cisadane yang melintasi wilayah Tangerang Raya tercemar sampah medis.

BACA JUGA: Kantor DPRD Kota Tangerang Bercucur Air Mata, Kami Sudah Bosan Janji-Janji

Ade menjelaskan pihaknya akan melakukan berbagai upaya agar sungai yang jadi sumber kehidupan banyak orang tersebut tidak tercemar kembali.

"Kami lakukan patroli di sepanjang sungai ini," ucap Ade. "Temuan itu kita temukannya sejak pasca longsornya TPA Cipeucang. Dugaan itu karena sampah medis itu kebanyakan terkena lumpur, kalau kena lumpur itu kan berarti tertimbun dan terlihat bekas longsoran" papar dia.

Ade menjelaskan saat menyusuri sumber dari limbah tersebut pihaknya mendapati adanya sampah medis yang mengapung ke permukaan aliran sungai.

Imbas tersebut diduga karena tak ada evakuasi di dasar sungai saat terjadinya TPA Cipeucang longsor akibat tak kuat menahan bebannya.

Akibatnya, sampah medis terus mencemari aliran Sungai Cisadane dikala kencangnya arus air. "Kenapa masih suka ditemukan karena rupanya di dasar sungainya bekas longsoran Cipeucang belum dikeruk,” jelas Ade. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek