Teknologi
Selasa 31 Oktober 2017 13:26
Ilustrasi - Kartu SIM. (FOTO: NET)
\"Share

BANTENEXPRES - Per 31 Oktober 2017 ini (Selasa), Kementerian Komunikasi dan Informatika mulai mewajibkan registrasi kartu prabayar menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomer Kartu Keluarga (KK). Hal ini berlaku bagi pengguna baru dan pengguna lama (existing).

Bagi yang masih bingung soal registrasi kartu prabayar ini, berikut rangkuman informasi penting tentang tata caranya, baik cara registrasi maupun solusi bagi yang tak punya KTP.

1. Format Registrasi Setiap Operator

Registrasinya dilakukan dengan mengirimkan pesan teks (SMS). Namun, format registrasi masing-masing operator yang kita gunakan tentu berbeda-beda. Jangan lupa mengirimkannya ke nomor 4444.

Supaya tak bingung, untuk format SMS registrasi ulang baik untuk pelanggan lama maupun baru. Simak ulasannya, seperti dikutip dari laman IndonesiaBaik.id, berikut:

Bagi Pelanggan Baru: Indosat, Smartfren, Tri (NIK#NomorKK#), XL Axiata (Daftar#NIK#Nomor KK), Telkomsel (Reg(spasi)NIK#NomorKK).

Dan untuk Pelanggan Lama: Indosat, Smartfren, dan Tri (ULANG#NIK#NomorKK#), XL Axiata (ULANG#NIK#NomorKK), Telkomsel (ULANG(spasi)NIK#NomorKK#).

2. Registrasi Bagi yang Belum Miliki KTP

Jangan khawatir, pelajar yang belum berusia 17 tahun dan belum memiliki KTP tetap bisa meregistrasikan kartu SIM prabayar mereka. Caranya dengan menggunakan NIK yang tertera pada kartu keluarga.

Hal ini seperti disebutkan oleh Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh saat mengumumkan registrasi kartu SIM menggunakan data kependudukan di Kantor Kemkominfo beberapa waktu lalu.

"NIK diberikan sejak bayi lahir, jadi semua penduduk punya NIK dan tertera di dalam Kartu Keluarga," kata Zudan .Dengan demikian, pelajar yang belum berusia 17 tahun dan belum memiliki KTP tetap bisa melakukan registrasi kartu SIM prabayar dan menikmati layanan telekomunikasi.

Kita juga dihimbau tidak perlu panik jika pendaftaran atau pendafataran ulang menggunakan NIK dan nomor KK yang benar ternyata gagal, sebab ada solusi dan alternatif yang bisa ditempuh dengan mudah.

Masih kata Zudan, hal pertama yang sebaiknya dicoba adalah dengan mengulang pendaftaran melalui SMS ke 4444.

"Seluruh data penduduk Indonesia, 261 juta orang, sudah digital. (Kalau NIK dan Nomor KK benar) mestinya tidak bermasalah. Sebaiknya coba dilakukan lagi pendaftarannya secara benar," ujarnya kepada pewarta, Selasa (31/10). (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

Bantenpost 2010 - 2013     develop by mitra-tek.com