Olahraga
Jumat 05 Juli 2024 21:18
Atlet speed Rajiah Salsabillah (tengah) mendapatkan tiket Olimpiade Paris 2024 usai lolos di Budapest, (FOTO: dok-FPTI Kota Tangerang)
\"Share

BANTENEXPRES - Ketua Umum FPTI Yenny Wahid menyebut Rajiah Sallsabillah harus berjuang menahan sakit menjelang tampil di Olimpiade 2024 karena cedera punggung. Cedera ini sudah dirasa sejak lama oleh Billah. Namun, sakit tersebut agak sedikit diabaikan demi bisa meraih tiket tampil di Olimpiade Paris. Hal ini akhirnya tercapai.

Billah, sapaan atlet asal Kota Tangerang ini meraih tiket tampil di Olimpiade setelah masuk semifinal International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing Olympic Qualifier Series di Budapest, Hungaria pada 22 Juni lalu

Sebelumnya, saat tampil dalam IFSC Climbing Olympic Qualifier di Shanghai, China, pada 15-20 Mei 2024, Billah meraih medali perak. Poin selama kualifikasi membuatnya dapat tiket.

Ternyata, selama tampil dalam kualifikasi itu Billah dalam kondisi cedera. Yenny menyebut Bilah berjuang keras melawan sakit di punggung dan terus menyembunyikannya.

"Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya untuk Rajiah Sallsabilah, karena Billah itu sedang cedera punggung. Jadi tulang punggungnya itu cedera," kata Yenny dikutip dari laman CNNIndonesia, Jumat (05/07).

"Kemarin saat kualifikasi di Budapest ketakutannya, sakitnya luar biasa. Saya bisa lihat dari mukanya. Dia sampai mau nangis karena tahu sakitnya seperti apa," ujar Yenny.

Lanjutnya, karena sudah lolos ke Olimpiade 2024 dan waktu tersisa tinggal tiga bulan, melakukan tindakan besar untuk menyembuhkan cedera dianggap tidak mungkin. Untuk saat ini hanya terapi yang diberikan kepada Billah.

"Namun karena hanya waktu sebulan tersisa, tidak banyak yang bisa kita lakukan. Mungkin hanya terapi-terapi mencegah sakit, tapi untuk mengobati sakitnya sendiri tidak bisa," ungkapnya.

"Obat-obatan yang dia konsumsi takutnya tidak lolos doping. Jadi Bilah ini sebenarnya sangat menderita, tetapi semangatnya yang membuat dia tetap bertahan," sambung Yenny.

Untuk itu, putri mantan Presiden RI Gus Dur ini meminta doa masyarakat Indonesia agar Billah bisa tahan menahan kondisi yang dialaminya saat ini. Yang pasti, kata Yenny, Billah ditangani dengan sangat serius.

Untuk program latihan menuju Olimpiade 2024 juga telah disiapkan. Setiap hari tim dari FPTI berdiskusi dengan tim dokter, atlet, dan para pelatih yang memberikan pelatihan.

"Penanganannya tentu selalu berkoordinasi dengan dokter. Mau tidak mau terapi, yang memungkinkan sesuai dengan koridor yang tidak membuat dia melanggar aturan apapun," tuturnya lagi.

"Jadi terapi-terapi yang sifatnya alternatif kita hindari dulu. Jadi betul-betul menggunakan pendekatan medis. Memang terapinya untuk mengurangi rasa sakit," imbuhnya.

Setelah Olimpiade 2024, Rajiah Sallsabillah baru akan menjalani pengobatan yang serius. Rencana ini sudah disepakati FPTI bersama dengan atlet sesuai anjuran tim dokter.

"Memang pemulihan butuh waktu lama. Jadi setelah Olimpiade kami akan memikirkan pendekatan yang lebih permanen untuk rasa sakitnya. Mohon doanya masyarakat Indonesia," demikian, Ketua Umum FPTI Yenny Wahid.

(***)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek