Politik
Selasa 05 Februari 2019 13:27
Presiden Joko Widodo. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Peristiwa beruntun yang disebut-sebut sebagai "pekan blunder nasional" kubu petahana Joko Widodo dinilai masih bergerak dan akan terus menerus menggerus elektabilitas pasangan nomor 01, Jokowi-Maruf.

Peristiwa pembatalan bebasnya napi teroris Abu Bakar Baasyir, imbauan Kemenpora yang mewajibkan nyanyi lagu Indonesia Raya sebelum nonton bioskop, pernyataan Menkominfo Rudiantara yang menyebut 'yang gajih kamu siapa', teranyar relawan di Jawa Timur menyematkan gelar "cak jancuk" kepada calon presiden (petahana) Jokowi.

"Blunder tersebut memang merugikan Jokowi. Itu terus enggerus elektabilitasnya akibat blunder itu," ujar pengamat politik dari IndoStrategi, Arif Nurul Imam kepada media, Selasa (05/02).

Blunder yang dilakukan kubu paslon 01 Jokowi-Maruf itu tidak hanya dilakukan oleh pendukung, tapi bisa oleh kandidat Jokowi dan Maruf.

"Apakah karena dia yang melakukan (blunder) atau karena perbuatan anak buahnya," ujar dia. Dari sisi politik, lanjut Arif, rentetan peristiwa blunder itu dinilai sangat merugikan elektoral dan simpati masyarakat terhadap petahana.

"Kesalahan-kesalahan tersebut berdampak pada kepercayaan publik atas kepemimpinan Jokowi," demikian Arif seperti dilansir laman kantor berita politik RMOL. (DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek