Hukum_Kriminal
Minggu 14 Februari 2021 17:18
Keluarga Aceng shock akibat keributan dengan puluhan tukang parkir di Karang Tengah, Sabtu (13/02). (FOTO: IST)
\"Share

TANGERANG - Entah apa yang merasuki puluhan tukang parkir sebuah Kafe Arum Manis, di Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya sampang Lampu Merah Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Dengan brutal mereka mengamuk massa pengendara mobil yang tengah berhenti di bahu jalan tersebut, Sabtu (13/02) malam kemarin.

Salah satu korban yang juga pengendara mobil, Zaenal Abidin mengatakan saat itu dia bersama anak dan istri berencana untuk silahturahmi ke rumah temanya. Saat hampir sampai dia pun mengabarkan lokasinya melalui aplikasi pesan singkat.

"Saya foto kan mau ngabarin temen kalau saya lagi disini. Ehh tiba-tiba disamperin sama tukang parkir ramai-ramai. Mobil saya digedor-gedor. Karena saya bawa anak dan istri lalu saya kabur," terang Aceng, panggilan akrabnya kepada media, Ahad (14/02).

Aceng yang merasa terancam keselamatannya pun memilih untuk melarikan diri. Namun, puluhan tukang parkir itu pun langsung mengejarnya, akhirnya dia pun berhenti dan tepaksa meladeninya.

"Dia bilang hapus fotonya. Sambil gedor-gedor mobil saya. Saya keluar tapi yang saya takut anak dan istri saya kenapa-napa. Mereka Maksa mau bawa itu mobil, kunci sudah diambil cuma saya mempertahankan itu mobil, karna itu barang orang. Disamping itu anak saya udah jejeritan aja," tutur Aceng yang juga diketahui seorang jurnalis ini.

Cek-cok antara pengendara mobil dan tukang parkir liar pun tak terhindarkan. Bahkan, hampir baku hantam, kalau saja tidak ada masyarakat yang melerai. "Ramai saat itu. Hampir kena tonjok tapi ada warga dipisahin," kata dia.

Perasaannya pun campur aduk, antara kesal dan gusar. Lantaran, dia tidak mengetahui kesalahannya hingga dirundung layaknya maling. Terlebih anak dan istrinya menangis ketakutan di dalam mobil.

Peristiwa ini pun langsung dilerai oleh masyakarat. Menurut dia, ini hanya salah paham saja, para tukang parkir liar tersebut mengira dia mengambil foto untuk disebar luaskan.

"Memang betul saya wartawan, cuma pada saat itu saya libur dan hanya memakai celana pendek, jangankan Id Card wartawan, KTP juga nggak bawa," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, ia berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat agar kejadian serupa tak lagi terjadi.

"Saya berharap kepolisian bisa menindak tegas aksi premanisne ini karena sudah meresahkan. Ini sangat tidak nyaman. Saya berharap polisi bisa menangkap preman itu," tegas Aceng.

Aksi premanisme ini pun mengakibatkan kerusakan di bagian mobilnya. "Bumper belakang saya rusak, kaca spion pecah, dan beberapa bagian body mobil penyok dan lecet," tambah dia.

Meski demikian, dirinya tidak mempersoalkan perihal mobil yang rusak akan tetapi kondisi psikologis istri dan anaknya yang masih kecil terganggu.

"Mungkin kalau kerusakan bisa diganti, yang menjadi persoalan mereka melihat dengan mata kepala sendiri kebrutalan para tukang parkir itu," demikian Aceng.

Sementara itu aparat kepolisian masih menyelidiki peristiwa keributan yang dilakukan puluhan tukang parkir tersebut. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek