Ekonomi
Senin 29 April 2019 19:15
Bupati Tangerang Zaki Iskandar. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Diusianya yang makin dewasa, menginjak 43 tahun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang terus meningkatkan dan berkomitmen melayani masyarakat di seluruh Kabupaten Tangerang.

Salah satunya dengan akan dibangunnya bendungan hilir untuk menambah air [baku] bersih dalam pemenuhan kebutuhan air di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PDAM TKR Rusdy Machmud kepada awak media saat peringatan pucak Hari Jadi alias HUT PDAM TKR Kabupaten Tangerang yang ke-43 tahun, Senin (29/04).

Menurut Rusdy, saat ini pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tangerang setiap tahunya mengalami peningkatan yang signifikan.

"Kami akan membuat merencanakan pembuatan bendungan hilir air untuk menambah debit air untuk mengaliri di 270.000 saluran air se-Kabupaten Tangerang. Karena pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tangerang ini makin tinggi," jelas dia.

Ia optimis [projek] saluran air tersebut akan menambahkan [profit] sebesar 60 persen hingga tahun 2023.

Sementara, Rusdy juga mengungkap bahwa PDAM TKR dapat meningkatkan kontribusi ke kas daerah pasca dihapuskannya utang Rp 272 miliar pada akhir 2016 lalu.

“Kontribusi kami memang  meningkat lumayan tinggi. Semula hanya sekitar Rp 5 miliar per tahun, mulai 2018 kemarin kami menyerahkan Rp 24 miliar lebih ke kas daerah,” ucapnya.

Ia mengatakan, lonjakan itu terjadi lantaran pihaknya tidak lagi menanggung beban utang berikut bunganya ke berbagai pemberi pinjaman. “Karena semua utang sudah dihapus melalui skema hibah pemerintah daerah,” ungkap dia.

Oleh karena itu, di tahun 2019 ini ia sangat optimistis PDAM TKR bisa menambah lagi kontribusi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang. “Setidaknya Rp 25 miliar untuk tahun ini,” katanya.

Hadir pada hari bahagia bagi seluruh keluarga besar PDAM Tirta Kerta Raharja ini, Bupati Tangerang Zaki Iskandar menyampaikan, bahwa kedepan PDAM TKR mempunyai tantangan-tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangannya ya karena keterbatasan sumber air baku, anggaran, kewenangan, dan lain sebagainya,” kata Bupati.

Ia mencontohkan, seperti baru-baru ini Tangerang diterjang banjir yang disebabkan meluapnya kali Cisadane akibat curah hujan yang cukup tinggi di Bogor.

“Kadang Cisadane ini lagi panas mah panas, lagi banjir mah banjir. Oleh sebab itu kita harus hadapi, karena ini juga salah satu tantangan, nanti kita buat kajiannya dengan kementrian terkait, begitu juga normalisasi sungai-sungai atau situ yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Zaki.

Selain itu, Zaki menambahkan tantangan selanjutnya adalah perkembangan teknologi. Dimana saat ini Indonesia menghadapi Revolusi 4.0.

“Teknologi juga salah satu tantangan besar bagi masa depan kita. Manfaatkan teknologi sebaik mungkin, apalagi kita kedepan menghadapi Revolusi 4.0, dimana semua harus siap,” ucap Zaki.

Pada kesempatan ini, Zaki juga mengapresiasi PDAM TKR Kabupaten Tangerang karena telah mendapatkan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK-RI selama 7 (tujuh) kali berturut-turut dan PDAM terbaik kedua se-Indonesia setelah Bogor. (ZIE/DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek