Lapsus
Rabu 29 Januari 2020 09:02
Penanganan Serius Pasien Terinfeksi Virus Corona di China (Xiong Qi/Xinhua via AP)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerapkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) untuk menanggulangi merabaknya Virus Corona yang telah menyebar ke beberapa negara.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Liza Puspadewi, upaya kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan telah diupayakan Pemkot Tangerang dalam menghadapi pneumonia 2019-ncov atau virus corona.

Seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan melakukan pengamatan terhadap peningkatan kasus Pneumonia yang terjadi di Kota Tangerang melalui Sistem Kewaspadaaan Dini dan Respon (SKDR). 

"Puskesmas dan Rumah Sakit (RS), memantau ketat dan melakukan isolasi penderita dengan gejala pneumonia dan mempunyai riwayat perjalanan dari negara terjangkit," ujar Liza di Tangerang, Selasa (28/01).

BACA JUGA: Wali Kota Tangerang: Mudah-Mudahan Masyarakat Dijauhkan Dari Bala Bencana

Selain itu, lanjut Liza, pihaknya juga secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penularan Novel Coronavirus melalui media elektronik, media sosial dan penyuluhan langsung baik di dalam dan di luar gedung. 

“Kami juga membuat surat edaran kewaspadaan terhadap Pneumonia Novel Coronavirus (nCoV) kepada Rumah Sakit, Puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dan mengatur alur rujukan pasien terduga pneumonia akibat Novel Coronavirus,” paparnya.

Ia juga menegaskan untuk kasus Virus Corona di Kota Tangerang sampai saat ini belum ditemukan. “Sampai dengan saat ini, tidak ditemukan penderita pneumonia akibat Novel Coronavirus di Kota Tangerang,” kata Liza.

Pihaknya [Dinas Kesehatan ] pun menghimbau bagi masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas dan baru kembali dari negara terjangkit, agar segera periksakan ke Puskesmas atau RS terdekat.

BACA JUGA: Di Indonesia Penderita HIV/AIDS dari Berbagai Kalangan

"Jangan ragu untuk segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat," ucap Liza. Sementara itu korban meninggal akibat wabah yang mirip Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) ini meningkat menjadi 131 orang per hari ini, Rabu (29/01).

Pihak berwenang di Provinsi Hubei melaporkan jumlah korban bertambah setelah ditemukan 25 kematian dan 840 kasus baru di wilayahnya.

Dikutip dari AFP, angka-angka terbaru itu berasal dari Hubei yang diduga merupakan tempat asal virus corona. Berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah pusat, hingga kini total kasus virus corona di seluruh negeri naik tajam menjadi lebih dari 5.300.

Sebagai informasi, virus yang disebut berasal kota Wuhan, China, itu telah menjangkiti beberapa negara, antara Jerman, Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand, Australia, Nepal, Vietnam, Malaysia, Kanada, Kamboja dan Sri Lanka. Selain negara-negara itu, wilayah milik China yang ada di luar China daratan, yaitu Hong Kong dan Makau, juga telah melaporkan kasus corona virus. (DIR/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek