Ekonomi
Sabtu 06 Februari 2021 18:14
Pemerintah Kota Tangerang kembali menerapkan check point di sejumlah ruas jalan perbatasan. (FOTO: IST)
\"Share

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang kembali menggelar check point di sejumlah ruas jalan perbatasan, antaranya Jalan Daan Mogot, Jalan Gatot Subroto dan Sudirman.

Check point dalam rangka pengawasan PSBB di Kota Tangerang ini dilakukan bersama jajaran Polres Metro Tangerang Kota dan Kodim 0506 Tangerang.

Pada hari pertama diberlakukanya operasi check point ptugas gabungan telah menjaring sebanyak 32 pelanggar protokol kesehatan COVID-19, di akhir pekan ini, Sabtu (06/02).

“Jadi, dari pagi sampai sekarang jam setengah 11 ini sudah ada 32 pelanggar yang tidak menggunakan kelengkapan seperti masker,” ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau check point di Jalan Jend Sudirman, Kebon Nanas.

Dari 32 pelanggar tersebut 20 di antaranya bersedia dikenakan sanksi administrasi, sedangkan sisanya menjalani sanksi sosial.

“Mudah-mudahan check point ini menjadi bagian dalam rangka pendisiplinan masyarakat secara maksimal,” kata Arief.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menyampaikan tanggapannya terkait usulan rencana lockdown pada akhir pekan.

Walikota mengatakan pihaknya segera mengkoordinasikan rencana lockdown akhir pekan dengan pimpinan daerah lainnya terutama di Tangerang Raya.

“Jadi semalam saya komunikasi dengan Bupati, rencananya kita juga akan melakukan pengetatan bersama. Karena menangani masalah COVID-19 ini enggak bisa sendiri-sendiri. Apalagi untuk daerah yang berhubungan dengan DKI Jakarta saling berinteraksi,” ujar dia, Jumat (05/02).

Dalam rencana lockdown akhir pekan ini, hasil kajian sementara, Pemkot Tangerang akan mengaktifkan kembali pos check point di perbatasan-perbatasan Kota Tangerang.

“Jadi Pemkot Tangerang akan membangun check point di daerah akses keluar di Jati Uwung, Daan Mogot dan juga Jalan Sudirman,” ungkapnya.

Walikota juga mengimbau kepada masyakarat agar membatasi kegiatan di hari Sabtu dan Minggu.

"Kalau enggak perlu amat jangan keluar lah, karena RS masih penuh terus angka CCOVID-19 tinggi. Jadi harus waspada,” imbau Walikota.

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim mempertimbangkan untuk menerapkan lockdown wilayah. Hal itu terjadi menyusul masih tingginya angka kasus penularan COVID-19.

Namun, itu masih dalam kajian mendalam. Sebab sejumlah cara telah dilakukan mulai dari PSBB hingga pembatasan kegiatan dengan disertai sanksi.

“Kalau dilihat-lihat mungkin lockdown menjadi pilihan,” ujar Gubernur ditemui wartawan di Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (06/02).
 
“Tetapi itu perlu dilihat lagi, karena kesulitan. Mengatasi COVID-19. Tetapi dilain pihak juga memulihkan ekonomi,” kata orang nomor satu di tanah jawara Banten ini. (ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek