Lapsus
Senin 25 Januari 2021 14:32
Di beberapa daerah lahan untuk pemakaman kasus Covid-19 kian habis. (FOTO: Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia diprediksi bakal menembus angka 1 juta orang. Data terakhir pada Minggu (24/01) mencatat, jumlah pasien yang telah terinfeksi virus corona telah mencapai 989.262 kasus.

Artinya, jika hari ini ada tambahan 10.738 kasus, maka jumlah pasien terinfeksi di Indonesia akan mencapai satu juta orang.

"(Kasus positif) bertambah 11.788, total 989.262," dikutip dari data Satgas Penanganan Covid-19, Minggu (24/01).

Merujuk rata-rata kenaikan kasus pada data harian jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan, sejuta kasus diperkirakan akan tembus pada Senin (25/1). Pasalnya, dalam sepekan terakhir, kenaikan kasus terus terjadi di atas 10 ribu kasus.

Penambahan kasus paling sedikit, terjadi pada Senin (18/1) pekan kemarin, yakni sebanyak 9.086 orang terinfeksi dalam 24 jam terakhir. Setelah itu, jumlah kasus terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Pada Kamis (21/1) kasus juga bertambah 11.703 orang, lalu pada Jumat (22/1) bertambah 13.632 orang. Dalam dua hari terakhir, penambahan pun terjadi di atas 10 ribu kasus. Yakni, 12.191 kasus pada Sabtu (23/1) dan 11.788 kasus pada Minggu (24/1) seperti dilansir laman CNNIndonesia.

Jika data-data tersebut diakumulasikan, maka penambahan kasus positif Covid-19 sejak pekan lalu mencapai 81.333 orang.

Seiring dengan kenaikan kasus, pemerintah kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari mendatang. Aturan itu termaktub dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021yang diteken Mendagri Tito Karnavian pada 22 Januari 2021.

Dalam surat instruksi itu, Tito meminta agar kepala daerah di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota di 7 Provinsi Jawa-Bali dapat memperpanjang pemberlakuan kebijakan tersebut.

"Mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan virus Covid-19 dan gubernur pada provinsi (di Jawa-Bali) dapat menambahkan prioritas wilayah pembatasan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah dan memperhatikan cakupan pemberlakuan pembatasan," dikutip dalam instruksi tersebut, Minggu (24/01).

Terpisah, Kepala Adat Pemerintahan Baduy Jaro Saija mengatakan, dari sekitar 14.600 jiwa warga adat Baduy, hingga kini tak satupun yang terkonfirmasi positif COVID-19. Hampir setahun pandemik COVID-19 masuk Indonesia.

"Tidak ada (yang positif COVID-19 di sini), tidak ada, mudah-mudahan tidak ada," kata Jaro Saija yang juga merangkap sebagai Kepala Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak akhir pekan kemarin.

Dia mengungkapkan, sejak ada pandemik COVID-19 di bulan Maret 2020 lalu, tetua adat segera mengantisipasi dengan meminta semua warga yang ada di luar desa adat semisal di Jakarta dan kota lain untuk pulang kampung. Karena, lanjutnya, saat itu sedang memasuki masa ritual Kawalu.

"Sementara warga Baduy yang sudah di dalam wilayah Desa Kanekes, dilarang untuk bepergian," kata dia kepada awak media.

Sebagai informasi, kasus terkonfirmasi Coronavirus alias Covid-19 di tanah jawara Banten per Minggu (24/01) tercatat sebanyak 25355 total kasus konfirmasi (KK), 3744 masih dirawat, 20871 sembuh dan 740 meninggal. (GUNG/MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek