Nasional
Jumat 23 Oktober 2020 17:04
Doni Monardo saat masih bintang dua. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Penanganan COVID-19 yang diklaim membaik hingga antisipasi menjelang libur panjang 28-30 Oktober 2020. Kepala BNPB Doni Monardo mengeklaim tes corona di Indonesia sudah ada peningkatan dari waktu ke waktu. Saat ini, Indonesia sudah memiliki 377 laboratorium pemeriksaan.

"Alhamdulillah rata-rata pemeriksaan spesimen kita di angka di atas 40 ribu spesimen per hari, pernah 50 ribu. WHO mengatakan negara idealnya mengetes 1 per 1.000 orang dikali jumlah penduduk per minggu ujar Doni Monardo dalam diskusi virtual dari BNPB, Kamis (22/10).

"Kalau Indonesia jumlah penduduknya 267 juta orang. Berarti tiap minggu Indonesia harus bisa memeriksa 267 ribu orang." imbuh jenderal bintang tiga ini.

Doni mengakui, saat ini, Indonesia memang belum memenuhi standar. Sebab, yang dihitung bukan pemeriksaan spesimen, tetapi tes per orang. Saat ini, Indonesia sudah memeriksa 4.211.138 spesimen. Pemeriksaan itu berasal dari 2.647.094 orang.

"Sekarang pada posisi 82,51 persen. Sebuah angka yang harus kita akui cukup membanggakan. Banyak pihak yang pesimis kita tidak mampu kurang serius melakukan testing, ternyata sekarang sudah bagus sekali," tuturnya.

BACA JUGA: Banten Kembali Perpanjang PSBB

"Alhamdulillah setelah itu tanggal 20 September, kasus aktif pada persentase 23,6 persen. 21 Oktober jadi 16,81 persen, terjadi penurunan 6,79 persen. Ini prestasi luar biasa, di mana sekarang banyak negara kasus aktifnya alami peningkatan," ujar Doni.

Tak hanya kasus aktif, Doni menyambut baik tingkat kesembuhan pasien corona. Menurutnya, kesembuhan di Indonesia kini sudah di atas rata-rata dunia.

"Angka kesembuhan dari 20 September 72,5 (persen) dan kita berada di standar WHO sekitar 74-75 (persen). Tanggal 21 (Oktober) berada di posisi 79,73 persen. Berarti ada penambahan kasus sembuh mencapai lebih dari 7,20 persen," jelas Doni.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Apresiasi Namanya Jadi Nama Jalan di Abu Dhabi

Di sisi lain, tingkat kematian pasien COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi dan di bawah standar WHO, yakni 3,45 persen.

Doni meminta masyarakat lebih bijak dalam menentukan waktu berlibur bersama keluarga saat long weekend mendatang. Ia meminta masyarakat mempertimbangkan adanya potensi penularan corona.

"Liburan panjang kali ini diharapkan kita memilih dengan kondisi masing-masing. Liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan. Mudah-mudahan pimpinan daerah bisa berikan penjelasan ke masyarakat," terang Doni dikutip laman Kumparan, Jumat (23/10).

Selain karena pandemi, liburan juga tidak dianjurkan karena Indonesia dilanda cuaca ekstrem akibat La Nina. Doni mengingatkan pesan Presiden Jokowi yang meminta masyarakat memperhatikan prediksi cuaca sebelum beraktivitas.

"Hindari pohon-pohon yang gampang tumbang. Listrik juga ketika angin kencang diantisipasi jangan sampai ada yang terbuka, lantas nyetrum masyarakat dan sebabkan kematian. Tingkat waspada kita harus tinggi," tutur Doni. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek