Lapsus
Rabu 27 Januari 2021 19:51
Masyarakat diminta tetap menjaga protokol kesehatan guna memutus rantai Covid-19. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Pemerintah Kota Tangerang resmi memperpanjang PPKM melalui Peraturan Wali (Perwal) Kota Tangerang, No 6 Tahun 2021 yang terbit pada Senin (25/01) kemarin.

Pada PPKM kali Pemkot Tangerang akan memberikan sanksi dan denda kepada bagi para pelanggar protokol kesehatan (prokes) di masa PSBB atau PPKM berlangsung.

Adapun besaran denda atau sanksi tersebut sebagai berikut:

1. tidak menggunakan masker dan atau menjaga jarak, dilakukan penyitaan KTP dan denda administrasi sebesar Rp.50 ribu.

2. Pelanggaran aktivitas pekerja konstruksi yang tidak sesuai prokes, dikenakan penyeggelan proyek hingga denda administrasi sebesar Rp.5 juta.

3. Melanggar aturan pembatasan layanan 25% dan melebihi jam operasional di rumah makan, dikenakan penyitaan barang dan denda Rp.300 ribu.

4. Melanggar jam operasional dan prokes pada layanan hotel (rekreasi, hiburan dan restoran) dikenakan sanksi yaitu penyeggelan fasilitas hingga denda sebesar Rp.5 juta.

5. Melanggar jam operasional dan prokes pada tempat/fasilitas umum, dikenakan sanksi dan penyeggelan fasilitas hingga denda Rp.300 ribu.

6. Melanggar ketentuan operasional usaha hiburan dan rekreasi dikenakan denda sebesar Rp.5 juta.

7. Mengadakan acara yang dapat menimbulkan kerumunan, dikenakan sanksi berupa kerja sosial hingga denda administrasi Rp.5 juta serta pencabutan izin usaha.

8. Melanggar jam operasional dan prokes pada angkutan roda dua berbasis aplikasi, dikenakan sanksi kerja sosial hingga administrasi Rp.100 ribu.

9. Melanggar jam operasional, prokes dan melebihi batas 50% pada angkutan kota, dikenakan sanksi kerja sosial hingga administrasi Rp.100 ribu.

10. Melanggar jam operasional, prokes dan melebihi batasan 50% pada angkutan antar kota atau provinsi, dikenakan sanksi kerja sosial dan administrasi Rp.500 ribu.

Terpisah, satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang mengumpulkan total denda sebanyak Rp 5.950.000 selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Ada pun denda terbanyak diperoleh dari warga yang melanggar protokol kesehatan, yaitu sebanyak Rp 4.750.000 dari 95 pelanggar.

Sisanya, dari pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan sebanyak Rp 1.200.000 dari empat lapak.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Hendra mengatakan, pihaknya memberikan denda pada para pelaku usaha karena pemilik usaha tersebut secara terus menerus melanggar aturan PPKM.

Pelanggaran yang dilakukan itu berupa jam operasional lebih dari pukul 19.00 WIB, tidak adanya penerapan social distancing, kapasitas pengunjung lebih dari 25 persen dan terlihat adanya gerombolan pengunjung.

"Mereka berulang kali melakukan pelanggaran. Sudah kami tegur, tapi masih begitu juga," kata Agus dihubungi wartawan, Rabu (27/01).

"Ya terpaksa kami (kenakan) sanksi administarif," sambung Agus. Ia juga menegaskan pihaknya siap melakukan pengawasan dan penegakkan hukum yang lebih ketat lagi saat PPKM jilid II ini.

"Saat PPKM II ini, pengawasan dan penegakkan aturan akan kami perketat lagi. Lebih ditingkatkan lagi," tegas Agus.

Sementara itu, kasus coronavirus alias Covid-19 di Kota Tangerang hingga per 27 Januari 2021 tercatat sebanyak, suspek dirawat 2152, terkonfirmasi 5793, dalam perawatan 444, sembuh 5231 dan meninggal 118. (ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek