Hukum_Kriminal
Senin 12 Oktober 2020 22:08
Sejumlah Mahasiswa membawa poster saat aksi unjukrasa menolak UU Omnibus Law di Pemkot Kota Tangerang, Senin (12/10). (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Kota Tangerang mengepung Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (12/10). Mahasiswa menuntut pemerintah daerah dan seluruh fraksi DPRD untuk menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. 

"Agar Pemerintah Daerah Kota Tangerang dan DPRD Kota Tangerang menyepakati dan mendukung kita untuk menolak UU Omnibus Law yang sudah disahkan DPR RI," pekik Fadil Koordinator aksi Aliansi Rakyat Tangerang (Alerta).

Alerta terdiri dari berbagai kampus di Kota Tangerang dan gabungan organisasi ini diantaranya HMI DIPO, HMI MPO, GMNI serta Himata, memita Wali Kota Tangerang hadir ditengah-tengah mereka.

Tidak hanya Alerta yang mengepung Pemkot Tangerang, juga organisasi mahasiswa lainnya seperti FAM Tangerang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang turut melakukan aksi menolak UU Ciptaker.

Tak tanggung-tanggung, pada aksi ini mahasiswa juga menyandera sejumlah anggota DPRD Kota Tangerang yang menemui mereka. Para mahasiswa meminta seluruh fraksi di DPRD Kota Tangerang untuk menemui dan menandatangani fakta integritas atas penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. 

BACA JUGA: PWI Minta Kapolri Usut Tuntas Pelaku Kekerasan ke Wartawan

Anggota DPRD yang disandera diantaranya, Wakil Ketua DPRD dari fraksi PKS Tengku Iwan dan sejumlah anggota lainnya dari fraksi partai Demokrat seperti Baihaki, Gunawan dan Dedi Fitriadi. 

Baihaki mengatakan pihaknya dengan tegas menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. "Demokrat sejalan dengan teman-teman (mahasiswa) kami menolak UU Omnibus Law," ujar Baihaki ditengah massa aksi. 

Menurut Baihaki, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah yang merupakan Ketua MPC partai Demokrat telah mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas sikap terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja pada 9 Oktober 2020 kemarin.

"Jadi tidak semua Wali Kota mau mengeluarkan surat itu," cetusnya. 

Namun, mahasiswa menyangkal bahwasannya surat tersebut hanya penangguhan bukan sikap menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.  "Itu hanya penangguhan bukan sikap untuk menolak," sangkal mahasiswa kepada anggota DPRD itu. 

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan kepada awak media mengatakan, Undang-Undang Cipta Kerja itu bikin susah rakyat dan harus segera dicabut.

BACA JUGA: Surat Terbuka Untuk Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel

"Undang-Undang itu bikin susah rakyat dan harus dicabut. Adapun tuntutan mereka (mahasiswa) terhadap lembaga DPRD untuk mau mengakui (Baca-menolak UU Omnibus Law), nah itu diluar kewenangan kami," kata Tengku.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Tangerang Raya, Ahmat Izat Jazuli menegaskan aksi yang dilakukan hari ini tanpa ditunggani. Tapi murni atas kepedulian mahasiswa kepada rakyat.

"Kita sepakati bersama aksi kita ini damai dan terpimpin dan terorganisir," tegas dia.

Dalam aksi yang dijaga ketat ratusan aparat dari Polri, TNI dan Pol PP ini berjalan kondusif meski mahasiswa membakar beberapa ban bekas. Diketahui para mahasiswa membawa ragam poster dan spanduk serta menerikan yel-yel DPR menjadi ‘Dewan Penghianat Rakyat’.

Diberitakan sebelumnya Pemerintah Kota Tangerang merespon aspirasi buruh yang menolak Undang-Undang Omnibuslaw Cipta Kerja. Walikota Tangerang Arief Wismansyah surati Pemerintah Pusat untuk dapat menangguhkan berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR RI.

Wali Kota menerangkan, aspirasi tersebut disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia melalui surat dengan nomor 560/2278 Disnaker tentang penyampaian aspirasi dari Serikat Pekerja di Kota Tangerang. 

"Sebagai tindak lanjut penyampaian aspirasi yang terjadi di sejumlah daerah termasuk di Kota Tangerang. Terkait penolakan terhadap UU Cipta Kerja dari kalangan pekerja maupun mahasiswa," kata Wali Kota Tangerang. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek