Ekonomi
Rabu 05 Februari 2020 11:07
Edi Chandra Dirut PT Tangerang Nusantara Global [TNG]. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG - Malam itu tiga Direktur Utama [Dirut] Badan Usaha Milik Daerah [BUMD] milik Kota Tangerang mengenakan stelan batik lengan panjang, nampak terlihat rapih nan elenggan.

Adalah Dirut TNG (Tangerang Nusantara Global) Edi Chandra, Dirut PD Pasar Titien Mulyanti dan Dirut PDAM Tirta Benteng Sumarya.

Ketiganya kompak menggunakan baju batik menghadiri sebuah diskusi publik yang diinisiasi oleh komunitas pecinta alam, Banksasuci, Selasa (04/02) malam, di bantaran sungai Cisadane, Panunggangan Barat, Cibodas.

Diskusi hangat Kopi Rehat malam itu yang mengangkat tema “Peran BUMD Dalam Pembangunan Kota Tangerang” dihadiri aktivis, puluhan mahasiswa dan masyarakat lainnya.

Pada kesempatan malam yang sejuk tersebut, Dirut PT TNG Edi Chandra memamparkan tentang kondisi tubuh BUMD yang baru berumur kurang dari tiga tahun itu.

Ia menyebut saat ini [PT TNG] dibawah kepemimpinanya sedang dalam masa evaluasi, membenahi sistem manajemen. “Dari 16 personil di TNG, saat ini di office tersisa 4 orang saja. Saya dan tiga direksi lainnya,” ucap Edi.

Edi menepis tudingan bahwa TNG sedang mengalami kerugian alias devisit seperti yang sering dipublish media.

“Kalau bicara rugi setelah yang saya lihat, itu sebenarnya terdiri dari dua hal. Pertama untuk investasi dan kedua adalah untuk operasional. Kalau bicara operasional sebenarnya tidak gede gede amat,” kilah dia.

BACA JUGA: Bila Bebani APBD TNG Dibubarkan Saja

Edi melajutkan, dalam setiap melakukan pengerjaan tender perlu adanya investasi. “Kalau nanti misalnya kita dapat pemenangya, seluruh biaya yang dikeluarkan itu bisa kita rembes, ini artinya kita tidak rugi. Itulah yang dinamakan investasi,” terangnya.

Ia juga mengatakan saat ini tengah melakukan upaya-upaya lainnya, dalam konteks binis yakni perdagangan dan jasa. Dengan seluruh kemampuan yang ada guna membenahi dan membesarkan PT TNG.

Menurutnya, setiap BUMD harus dapat berkontribusi besar kepada pemerintah daerah, seperti perusahaan-perusahaan yang sudah besar. Tidak hanya persoalan memberikan devident berupa PAD.

“Tetapi yang lebih besar adalah BUMD itu dapat memberikan manfaat, selain provit sharring juga ada namanya profit social. Yakni bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak dalam rangka membantu pemerintah,” Edi Chandra menegaskan.

Untuk diketahui, PT TNG hingga kini mengelola sekira 22 titik perparkiran di penjuru Kota Tangerang, dan selama perjalanannya PT TNG mendapatkan suntikan [penyertaan] modal dari Pemkot Tangerang melalui APBD.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Tangerang [FORWAT] Andy Lala, berharap PT TNG harus bisa membuat target capaian kinerja yang jelas.

“Kami berharap PT TNG harus bisa membuat target yang jelas dalam rangka memberikan kontribusi pada pembangunan di Kota tangerang. Tidak hanya melulu persoalan mengurusi perparkiran,” tegas Andy. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek