Nasional
Sabtu 13 Maret 2021 13:46
Suharso Monoarfa memeluk Djan Faridz di pembukaan Rapimnas PPP, Jumat (12/03). (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

JAKARTA - Perjalanan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memasuki babak baru. Rekonsiliasi dan reunifikasi faksi-faksi di tubuh partai berlambang Kabah itu belakangan ini cukup menjanjikan.

Ketika membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ke-1 PPP, Jumat (12/03) di Hotel Pullman, Jakarta, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa memberikan kesempatan kepada salah seorang tokoh PPP Djan Faridz, untuk menyampaikan sambutan.

Dalam kepengurusan DPP PPP periode 2020-2025 ini Djan Faridz dipercaya sebagai Anggota Majelis Kehormatan PPP. Sebelumnya, Djan pernah menempati posisi Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta tahun 2014. Adapun ketika itu, Suharso memimpin PPP versi Muktamar Pondok Gede.

Tahun 2018 Djan Faridz mengundurkan diri dari posisi ketum versi Muktamar Jakarta dan digantikan Humphrey Djemat. Usai Pemilu dan Pilpres 2019, Humphrey juga sepakat untuk rekonsiliasi dengan kubu Suharso yang kini adalah Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional.

Ketika mengundang Djan Faridz untuk berbicara dalam pembukaan Rapimnas Ke-1, Suharso memperkenalkannya sebagai sahabat dan teman berantam.

Ucapan Suharso itu disambut riuh tepuk tangan hadirin. Dalam sambutan singkatnya, Djan Faridz berterimakasih dan menyatakan siap membantu Suharso Monoarfa demi kemajuan PPP di masa depan.

"Puji syukur kehadirat Allah SWT, sahabat tercinta saya menjadi Ketum PPP. Selain doa, saya siap kok bantu beliau (Suharso Monoarfa)," ujar Djan Faridz dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/03) di Jakarta.

Djan Faridz juga berharap PPP tetap eksis dan semakin jaya di dalam blantika politik nasional.

"Kita harus melihat ke depan, bagaimana PPP ini tetap eksis di dunia politik dan bermanfaat untuk umat Islam khususnya. Jadi, jangan sampai kita ini sudah bersatu, saya sudah bersatu dengan beliau, terus manfaat buat PPP-nya kurang," tuturnya.

"Ini tantangan kita ke depan. Insya Allah dengan doa beliau dan kiai-kiai yang ada di seluruh Indonesia PPP bisa kembali jaya. Amiin," demikian Djan Faridz dibalas senyuman hangat Suharso Monoarfa.

Pada agenda ini pun, PPP mendorong agar RUU Larangan Minuman Beralkohol segera dibahas dan bisa disahkan 2021. Hal itu merupakan rekomendasi Rapimnas I PPP yang digelar 12-13 Maret 2021.

PPP memandang RUU ini penting untuk menciptakan ketertiban dan mengurangi dampak buruk minuman beralkohol. Karena itu, PPP meminta ada percepatan pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol.

"Mengingat urgensi dan signifikansi UU tersebut, PPP mendorong DPR dan Pemerintah dapat mempercepat pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol ini. Kami mengharapkan RUU Larangan Minuman Beralkohol dapat disahkan pada tahun 2021 ini," ujar Sekjen DPP PPP M. Arwani Thomafi, Sabtu (13/03).

Poin kedua rekomendasi Rapimnas terkait bidang pendidikan. PPP meminta pemerintah menerapkan frasa agama dalam peta jalan pendidikan nasional 2020-2035. Sebab pendidikan sesuai amanat konstitusi harus berorientasi pada peningkatan keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Agama dan Negara merupakan dua entitas yang saling mendukung satu dengan lainnya, yang tidak saling menegasikan. Hal ini sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945," jelas Thomafi.

Rapimnas PPP ini dihadiri seluruh pejabat teras DPP PPP, dan diikuti seluruh DPW dan DPD se-Indonesia serta ditayangkan secara langsung di ruang virtual. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek