Ekonomi
Jumat 13 Maret 2020 13:19
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Dedi Suhada (kiri) bersama Wali Kota Arief Wismansyah. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

BANTENEXPRES - Mencuatnya isu sampah di Kota Tangerang yang disebut tebang pilih dalam pengangkutanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang meminta restribusi sampah agar dibayarkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Kota Tangerang, Dedi Suhada menegaskan tidak ada perbedaan yang dilakukan DLH kepada sampah perumahan dan non perumahan.

Kata Dedi, semuanya tetap dilayani dengan semaksimal mungkin untuk masyarakat Kota Tangerang sehingga tidak menimbulkan penumpukan sampah dimana-mana.

“Kami tidak pernah membedakan mana sampah perumahan dan mana yang bukan perumahan, semuanya kami layani,” tegas Dedi awal pekan lalu.

Menurutnya, walaupun di perumahan dikelola oleh pengembang, tetap saja pihaknya akan membantu untuk melakukan pengangkutan yang nantinya akan dibuang ke TPA Rawa Kucing.

Dedi juga mengatakan, pihaknya memperbolehkan pengembang perumahan yang ingin mengelola sampah. Tentunya dengan mematuhi peraturan yang ada.

Disisi lain, kendala yang saat ini dialami oleh DLH Kota Tangerang adalah tidak adanya pembayaran retribusi yang dilakukan oleh pihak RT dan RW. Padahal, warga telah menitipkan kepada mereka untuk membayar retribusi sampah tetapi tidak sampai.

BACA JUGA: DLH Kota Tangerang Tingkatkan Pelaporan Pengelolaan Limbah B3 Berbasis Online

Sementara mengenai sampah yang ada di pasar swasta, kata Dedi, sama tidak ada perbedaan. DLH Kota Tangerang, terus memberikan pelayanan kepada seluruh elemen masyarakat terkait pengangkutan sampah.

“Sama seperti perumahan dan non perumahan, sampah yang ada di pasar milik swasta kami juga angkut. Yang penting adalah pembayaran retribusi sampahnya harus jelas, jangan sampai sudah dipungut tetapi retribusi tidak disampaikan,” papar dia.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya untuk mewujudkan kota yang layak huni dan kota sehat serta bersih. Seperti yang di lakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang yang sudah meluncurkan program jemput sampah.

Program jemput sampah ini diluncurkan pada tahun kemarin. Program ini dijalankan karena masih adanya pengangkutan sampah ilegal dan beberap tumpukan di sejumlah titik lokasi di Kota Tangerang.

Sebagai informasi, jumlah sampah di Kota Tangerang dalam sehari mencapai 1.641 ton dan 930 ton atau setara 3.723 meter kubik sampah terangkut. Sementara itu untuk timbulan sampah per harinya adalah 4.946 meter kubik setiap orangnya. (ADV)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek