Lapsus
Selasa 11 Desember 2018 06:53
Peringatan Hari Anti Korupsi, elemen masyaraka Kota Tangerang menghadiahi keranda mayat, Senin (10/12). (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat di Kota Tangerang, antaranya Patron, Paguyuban Jasa Transportasi dan Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang serta HMI Cabang Tangerang Raya, menggeruduk Kantor DPRD dan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (09/12).

Aksi dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi internasional yang jatuh pada tanggal 09 Desember 2018, kemarin. Juga dibarengi dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusi (HAM) pada tanggal 10 Desember 2018.

Selain menggeruduk pusat pemerintahan, massa pun melakukan aksi di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang. Dibawah guyuran hujan, massa nampak antusis melakukan orasi-orasi silih berganti.

Dalam orasinya, koordinaor aksi dari Patron Nasional, Saipul Basri, menutut Pemerintah dan DPRD Kota Tangerang untuk mengusut tuntas dugaan-dugaan kasus pelanggaran tindak pidana korupsi.

“Seperti pengadaan mobil “Tayo” Kota Tangerang, alias BRT yang diduga dilakukan tidak transpran dalam pengadaan unit bus tersebut,” kata Saipul.

Pihaknya juga menyoroti kinerja anggota-anggota DPR Kota Tangerang selama menjabat dalam kurun waktu tahunan tersebut. Menurut dia, saat ini para anggota dewan praqtis hanya mementingan kepentingan pribadi masing-masing.

“Tai Kucing.! Mementingkan rakyat. Coba lihat sekarang mereka akan kembali menjadi wakil rakyat dengan menjadi caleg. Padahal sampai sekarang mereka masih aktif menjabat, tapi mereka masing-masing sosialisasi pentingkan urusanya pribadi masing-masing. Caleg-caleg seperti itu tidak usah kita pilih lagi. Tai Kucing mikirin rakyat,” ketus Saipul.

Menurutnya lagi, korupsi merupakan extra ordinary crime [kejahatan luar biasa] sehingga korupsi harus ditangani dengan cara-cara luar biasa pula. Upaya pemberantasan tikus-tikus kantor yang terlalu sering menggerogoti pundi-pundi masa depan rakyat, boleh jujur hal ini bukan merupakan slogan semata, sambung dia.

“Untuk itu kami menuntut pemerintah untuk menetapkan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparasi, dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan kebijakan publik,” tegas Marsel sapaan akrab pria ini.

Selain melakukan orasi-orasi soal penegakan hukum, massa juga membawa hadiah berupa keranda mayat untuk DPRD, Pemerintah Kota Tangerang dan Kejaksaan Negeri, lengkap dengan kain kafan putihnya. Dalam kalimat keranda tertulis "Hukum Mati Pelaku Korupsi".

Tak lupa massa menuntut penegakan supremasi hukum dengan demokrasi yang berkeadilan, tanpa pandang bulu di Kota Tangerang khususnya. “Hukum saat ini jelas, tajam kebawah tumpul keatas. Mana keadilan untuk rakyat kecil yang mereka gaung-gaungkan, masih banyak penggusuran dan ketidakadilan di Kota Tangerang ini,” tambah seorang aktivis mahasiswa dari FAM Tangerang.

Selain itu massa pun menyatakan sikap, diantaranya: Usut tuntas perkara hukum kasus korupsi sampai keakar-akarnya, tidak adanya hukum tebang pilih. Menolak keras dan bersama-sama melawan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), bahwa korupsi adalah musuh bersama dan mendukung aparatur penegak hukum di Kota Tangerang dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kepada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, agar menindak tegas secara aturan serta ketentuan hukum yang berlaku atas permasalahan dugaan pungutan liar (pungli) yang sangat signifikan besarannya dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) alias pembuatan sertifikat tanah gratis, program pemerintah katanya gratis, kok banyak pungli,” tandas Marsel.

Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Saimun, menyatakan akan menuntaskan persoalan-persoalan hukum, terlebih kasus-kasus tindak pidana korupsi yang ada diwilayahnya.

“Pada tahun 2018 ini sudah ada satu kasus PTSL yang sudah kita sidangkan dan dalam peninjauan. Kedua, kalau ada laporan-laporan masyarakat akan kami tidak lanjuti, kami tidak akan tutup-tutupi. Kalau bisa di Kota Tangerang ini tidak ada kasus-kasus korupsi,” ucap Kasi Intel Samiun menjawab pertanyaan awak media ini, seusai menemui massa aksi. (ZIE/DIR)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek