Ekonomi
Senin 26 November 2018 05:47
Komisi II DPR-RI melakukan kunjungan ke suku Baduy, Lebak. (FOTO: Istimewa)
\"Share

LEBAK - Komisi II DPR RI mengapresiasi dan mendorong Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang terus berupaya meningkatkan berbagai sisi kehidupan masyarakat adat Baduy dengan tetap mempertahankan kehidupan adatnya.

Komisi II DPR RI juga mengunjungi lokasi masyarakat Baduy Luar, dan bertemu dengan sejumlah tokoh adat dan berdialog berbagai masalah, pada pekan kemarin.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron yang memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi II DPR RI, usai pertemuan dengan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi dan jajaran, menjelaskan, kunspek kali ini dimaksudkan untuk mendapatkan banyak informasi dan pengawasan terkait persoalan pertanahan.

Menurut Herman, ada keunikan di Lebak dengan masih adanya masyarakat adat, komunitas yang berpegang pada adat yaitu Baduy.

“Selain terkait dengan persoalan bagaimana menjaga masyarakat adat ini tetap eksis di tengah berkembangnya populasi masyarakat Baduy, kita harus memberi perhatian khusus terhadap pengembangan Kawasan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya,” kata dia.

Sejak lama, lanjut legislator Partai Demokrat itu, Kabupaten Lebak pada tahap tumbuh setelah lama menjadi sebagai kabupaten tertinggal, sehingga semua elemen harus mendorong supaya ada peningkatan kesejahteraan, pendapatan, dan kesehatan. Selain itu Komisi II DPR RI juga akan melihat sebuah pertumbuhan baru di Kabupaten Lebak.

“Konsekuensinya, pertumbuhan itu sangat erat kaitannya dengan ketersediaan lahan dan tanah. Kabupaten Lebak sendiri agak sulit berkembang karena dibatasi oleh kawasan hutan dan HGU Perkebunan,” kata Herman.

“Karena itu kedatangan Komisi II dalam rangka memberi solusi bagaimana kita bisa mendorong agar daerah pertumbuhan ini sejalan dengan ketersediaan tanah dan lahan sebagai sarana pembangunan di Lebak,” jelas dia melanjutkan.

seperti dilansir web resmi dpr.go.id, di Kabupaten Lebak ada lahan seluas 59 hektar yang bersisian dengan PTPN, ada 65 hektar yang beririsan dengan Kawasan Perhutani, ada juga dengan HGU lainnya. (RHMT)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek