Ekonomi
Minggu 20 September 2020 13:28
Hingga Agustus tahun ini, jumlah badak Jawa menurut data terakhir KLHK, mencapai 74 individu. (FOTO: IST)
\"Share

BANTENEXPRES - Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan kelahiran dua badak Jawa di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon, masing-masing satu jantan dan satu betina.

Demikian bunyi pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui akun Instagram resminya @KementerianLHK, yang disertai video pendek kelahiran sang badak Jawa, Minggu (20/09).

Kedua individu baru tersebut dapat diketahui dari hasil monitoring tim Balai TN Ujung Kulon sejak bulan Maret hingga Agustus tahun 2020 dengan menggunakan 93 video kamera jebak, bunyi akun tersebut.

Hingga Agustus tahun ini, jumlah kumulatif badak Jawa menurut data terakhir KLHK, mencapai 74 individu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina, dengan komposisi umur terdiri dari 15 adalah individu anak dan 59 merupakan pada klaster usia remaja-dewasa.

BACA JUGA: AirNav Indonesia Hadir Di Ujung Kulon

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno pada penjelasan soal badak Jawa di Jakarta (18/09), menyampaikan bahwa kondisi habitat badak jawa di TN Ujung Kulon terbukti masih baik, yang ditandai dengan kelahiran badak Jawa. Tahun lalu, di TN Ujung Kulon juga terdapat empat kelahiran individu badak Jawa.

“Kelahiran badak Jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi badak jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies badak jawa,” jelas Wiratno.

Wiratno juga memastikan, perihal ketersediaan pakan badak jawa di semenanjung Ujung Kulon masih relatif sangat baik, sehingga menjadi daya dukung kehidupan dan perilaku badak jawa pada saat ini dan masa yang akan datang.

BACA JUGA: WH Klaim Banten Banyak Capaian Dibawah Kepemimpinanya

“Dari satu kelahiran ke kelahiran selanjutnya dari badak jawa ini terus menyambung, dan ini memperkuat optimisme serta semangat kita, terutama dalam situasi sangat sulit masa pandemi sekarang ini. Ini salah satu pesan substansial dari Menteri LHK. Ibu Menteri juga berkesempatan memberikan nama anak badak jantan Luther dan yang betina diberi nama Helen," terang Wiratno.

Badak merupakan salah satu spesies satwa langka kunci bersama-sama dengan gajah, orangutan, harimau, komodo, dan flagship species lainnya sebagai spesies penting di dunia. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek