Kesehatan
Senin 25 Juli 2022 19:14
Bupati Tangerang Zaki Iskandar. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Bupati Tangerang Zaki Iskandar menandatanganani MoU dengan UNICEF dalam lokakarya keberlanjutan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan manajemen kesehatan menstruasi melalui aplikasi OKY di sekolah. Acara tersebut digelar di GSG Puspem Kabupaten Tangerang, Senin (25/07).

Bupati Zaki menjelaskan, penandatanganan MoU dengan UNICEF semakin menguatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap edukasi kesehatan terutama manajemen kesehatan menstruasi (MKM) bagi anak-anak terutama di sekolah.

"Sekolah adalah tempat untuk memberikan informasi yang lengkap, bukan hanya pendidikan dan pengetahuan, tapi mengenai kesehatan atau pun pengelolaan menstruasi bagi anak-anak yang harus sudah mulai dilakukan di sekolah," tutur Zaki dikutip BantenExpres dari laman tangerangkab.go.id.

Bupati meminta agar sekolah menitikberatkan seluruh kegiatan positif di sekolah sebagai tempat mendidik. Menurut dia, sekolah bukan hanya akademik tetapi juga pembangunan karakter anak-anak sebagai generasi penerus menjadi generasi tangguh, unggul dan berdaya saing.

"Melalui momen kali ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu kepala sekolah negeri maupun madrasah karena berkat bapak ibulah program manajemen kesehatan menstruasi bisa tersosialisasikan, bisa terjalankan dengan baik di sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang," ujar dia.

Sementara itu, perwakilan UNICEF Indonesia M Zainal mengatakan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan menstruasi itu sangat penting untuk percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Masih banyak yang menganggap masalah menstruasi sebagai hal sepele bahkan dianggap sebagai hal yang kotor dan menjadi urusan perempuan semata, menurutnya.

Zainal juga menambahkan hampir 80% anak-anak tidak mengetahui informasi yang benar tentang pentingnya pengelolaan menstruasi, sehingga banyak di antara mereka hanya mengandalkan pengalaman atau tradisi.

Di sisi lain, yang menjadi persoalan adalah masih adanya sekolah yang belum menyediakan fasilitas memadai, kususnya adanya sanitasi sekolah yang menyiapkan hal-hal tersebut.

"Untuk itu UNICEF pada tahun 2020 berupaya mengatasi masalah ini dengan mengembangkan aplikasi yang namanya OKY. Aplikasi ini sengaja dikembangkan di Indonesia dengan melibatkan remaja putri di Indonesia maupun Mongolia. Dan beberapa sampel diantaranya berasal dari Kabupaten Tangerang," jelas dia.

Zainal mengatakan bahwa sejarah OKY tersebut lahir dan terinspirasi dari Kabupaten Tangerang.

Menurutnya lagi, aplikasi OKY adalah aplikasi yang sangat menyenangkan buat remaja putri karena remaja putri dapat memonitor periode menstruasinya sehingga mereka dapat mempersiapkan menstruasinya secara lebih baik.

"Aplikasi OKY juga memberikan informasi yang menyeluruh soal menstruasi," kata dia.

(EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek