Nasional
Kamis 18 Juni 2020 19:22
Tabrak Core Business, eks Direktur Telkom diduga rugikan negara. (FOTO: NET | Ilustrasi)
\"Share

BANTENEXPRES - Dugaan korupsi di BUMN Telekomunikasi terkuak. Kiprah eks Direktur Telkom berinisial DR, terindikasi telah merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah. Bukan hanya dikarenakan proyek pengadaan di sektor Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK), tapi  dia diduga menabrak core business, yakni sektor perumahan.

Melalui kerja sama anak perusahaan Telkom yang merupakan BUMN Telekomunikasi, yaitu PT Sigma Cipta Caraka yang bergerak di solusi Teknologi Informasi dengan PT Granary Reka Cipta yang disinyalir punya kedekatan dengan GT, keluarga DR.

PT Granary Cipta Reka ditunjuk sebagai vendor oleh PT Sigma Cipta Caraka untuk proyek pembangunan perumahan yang berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur dengan nilai kontrak Rp24 miliar.

Yang perlu mendapat perhatian dan dicermati adalah PT. Granary Cipta Reka telah mendapatkan pembayaran penuh sebesar Rp26,4 miliar, padahal PT. Sigma Cipta Caraka hanya memperoleh pembayaran dari customernya sebesar Rp 4,2 miliar, dan masih terdapat tunggakan sebesar Rp26,6 miliar.

BACA JUGA: Pak Try Purnawirawan TNI Polri dan MUI Desak DPR Cabut RUU HIP

Sepak terjang PT. Granary Cipta Reka sebagai vendor di lingkungan PT. Sigma Cipta Caraka sudah menjadi rahasia umum karena diduga dikendalikan oleh DR dan GT.

Dalam proyek pengadaan material batu split, DR patut diduga juga telah memerintahkan pembayaran secara penuh kepada PT. Granary Cipta Reka sebesar Rp 24 miliar, padahal customer PT. Sigma Cipta Caraka baru melakukan pembayaran sebesar Rp4,5 miliar dari total Rp29 miliar.

Pola yang sama kembali terulang saat PT. Granary Cipta Reka ditunjuk sebagai vendor PT. Sigma Cipta Caraka untuk pengadaan perangkat/ server dan mendapatkan pembayaran sebelum waktunya sebesar Rp236 miliar.

Dengan kekuasaan dan kewenangan yang dimilikinya, pembayaran dimaksud patut diduga juga atas perintah DR, di mana pelanggan PT. Sigma Cipta Caraka hanya melakukan pembayaran sebesar Rp100 miliar dengan tunggakan sebesar Rp166 miliar.

BACA JUGA: Dihajar Demo, DPRD Minta Pemkot Tangerang Buka Dana Covid-19 Ke Publik

Berdasarkan pola-pola yang diterapkan oleh DR dan GT, ditemukenali indikasi banyaknya proyek fiktif di PT. Sigma Cipta Caraka baik untuk sektor TIK maupun sektor lainnya yang tidak sejalan dengan perencanaan bisnis korporasi, dan saat ini infonya sudah dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

Selain membuat pola-pola pembayaran yang berpotensi banyak merugikan korporasi dan bahkan merugikan keuangan Negara, DR patut diduga juga menggunakan kewenangannya untuk mengamankan posisinya sebagai Direktur Telkom beberapa tahun lalu.

Hal ini terindikasi dari adanya proses pengadaan set-up box Indihome senilai Rp 1,3 triliun pada tahun 2016 yang terkesan mendadak dan waktunya dilakukan persis sehari sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Telkom.

Indra Gunawan
(Jaringan Relawan Anti Korupsi / JARAK)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek