Politik
Rabu 25 Agustus 2021 14:07
Anggota DPRD Provinsi Banten, Fitron Nurikhsan. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

SERANG - Anggota DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan berharap Al Muktabar menjadi pejabat terakhir yang meninggalkan jabatannya disaat penting. Ia juga berharap Wahidin Halim (WH) dapat membawa kepemimpinan di tanah jawara Banten layaknya seorang bapak.

Fitron mengatakan, mundurnya Al Muktabar dari posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten harus menjadi evaluasi bersama. Terlebih lagi, gaya kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Menurutnya, WH harus tampil sebagai seorang bapak bagi para bawahannya di Pemprov Banten. Kata dia, sosok seorang bapak itu harus mengulurkan tangan saat anaknya membandel sekalipun.

"Bapak itu menyediakan waktu untuk mendengarkan meski keluhan pegawainya itu urusan pribadinya. Bapak itu tidak mendengarkan bisik-bisik satu orang, tapi lapang dada mencoba memahami semua pendapat anaknya. Bapak itu membimbing sampai pegawainya bisa menemukan kesempurnaan kerjanya," kata Fitron kepada awak media, Rabu (25/08).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, para pejabat jangan sampai dibiarkan salah dan tidak boleh menularkan kesalahannya.

"Bapak tidak akan membiarkan anaknya kabur dari rumah meski sebesar apapun persoalan yang dihadapi, bapak ingin mengajak semua pegawainya merayakan kesuksesan pembangunan bersama sama diakhir masa jabatannya," ujarnya.

Menurutnya lagi, pemimpin itu bagaikan seorang da’i bukan hakim. Kata dia, seorang da'i tidak menghakimi, tidak membuat kesalahan atau kelalaian pegawainya untuk di hukum.  

"Da'i itu membimbing, mengajak bicara dan mencegah sekecil apapun kelalaian dan kesalahan. Berbeda jika gubernur itu hakim. Ya memang kerjanya untuk menghakimi, menunjukkan kepada publik seseorang ini salah atau benar, mampu atau tidak," terangnya.

Dikatakan Fitron, sudah sebanyak 21 pejabat Pemprov Banten yang mundur di masa kepemimpinan WH. Ia berharap Al Muktabar menjadi pejabat terakhir yang mengundurkan diri.

"Sudah 21 pejabat, sudah macam drama yang diputar di televisi. Jangan ada drama yang lebih mengemuka dari pada keunggulan kompetitif kinerja," demikian Fitron.

Sebagaimana diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar tiba-tiba mengundurkan diri terhitung sejak 22 Agustus. Al Muktabar ingin bertugas kembali di Kementerain Dalam Negeri (Kemendagri).

"Bapak Al Muktabar telah mengajukan permohonan pindah tugas dari Provinsi Banten ke Kemendagri melalui surat tertanggal 22 Agustus 2021," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin, Selasa (24/08).

Komarudin mengatakan Gubernur Banten Wahidin Halim menyetujui permohonan pindah tersebut dalam surat gubernur Banten yang ditandatangani pada tanggal 24 Agustus 2021.

Selanjutnya, kata Komarudin, Wahidin menyampaikan usulan pemberhentian Al Muktabar dari jabatan sekda Banten kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri.

Komarudin menyebut sejak 24 Agustus 2021 jabatan sekda Banten kosong. Untuk itu, Wahidin Halim menunjuk Inspektur Provinsi Banten Muhtarom sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekda.

"Untuk menjaga efektivitas pekerjaan di Pemerintah Provinsi Banten, Gubernur Wahidin Halim menunjuk Inspektur Provinsi Banten Bapak Muhtarom sebagai Plt Sekretaris Daerah," kata dia.

Komarudin juga menampik jika pengunduran diri Sekda karena perselisihan pendapat dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. Menurutnya, pilihan pengunduran diri yang tiba-tiba dari Muktabar murni karena pilihan pribadi.

"Nggak ada (perselisihan), faktanya beliau mengajukan surat, bukan soal perselisihan. Itu pilihan pribadi beliau dalam memilih karir," Komarudin menegaskan. (MUH/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek