Politik
Sabtu 19 Desember 2020 07:10
Tokoh PPP menghadiri Muktamar Ke-IX tahun 2020, di Kota Tangerang, Jumat (18/12). (FOTO: IST)
\"Share

TANGERANG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Muktamar Ke-IX tahun 2020. Masih pandemi, Muktamar sebagian dilaksanakan secara tatap muka dan sebagian lagi mengikuti secara virtual.

Muktamar kali ini dipusatkan di Kota Makasar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/12). Untuk Banten sendiri pelaksanaan Muktamar dipusatkan di Grand Serpong Horison, Tangerang.

Pelaksanaan Muktamar IX PPP secara virtual di Provinsi Banten ini masuk dalam zona 4. Yakni meliputi, Provinsi Lampung, Kalimantan Selatan dan Banten, sebagai tuan rumah.

Hadir, saat pembukaan Presiden Joko Widodo serta Plt. Ketum PPP Suharso Manoarfa.

Dalam pembukaan, Jokowi mengatakan pemerintah telah aktif membangun jaringan infrastruktur di berbagai daerah di tanah air. Mulai jalan tol, jalur KA, jalur penerbangan, tol laut dan lainnya.

"Pembangunan infrastruktur itu bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur digital. Pembangunan infrastruktur digital demi mempercepat konektivitas budaya, gagasan dan semangat, sebagai sebuah bangsa besar," kata Presiden.

"Dan tentu saja semuanya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan negara," ujar Presiden dalam sambutanya.

Saat pembukaan di Banten, hadir dua tokoh populer PPP, yakni Bahtiar Chamsah dan Zarkasih Noor. Seusai pembukaan keduanya menyampaikan pesan-pesannya kepada pengurus, kader dan simpatisan partai berlambang Kabah ini.

Menurut, Bahtiar Chamsah, saat ini PPP terkesan meninggalkan Umat Islam. Akibatnya suara PPP dari pemilu ke pemilu semakin terkoreksi.

Untuk menaikan membali suara PPP secara nasional, menurutnya PPP harus kembali meyakinkan kelompok-kelompok Islam, bahwa PPP adalah rumah besarnya Umat Islam.

"Umat Islam di Indonesia ini, paling besar dan tidak bisa dibantah. Dan Islam itu adalah Rahmatan Lilalamiin. Jadi, PPP harus mampu membawa umat Islam mencapai cita-cita bangsa," ujarnya.

Sementara, Zarkasih Noor menegaskan, negara Indonesia adalah dengan keberagaman. Meski, beragam PPP harus mempu mempersatukan semuanya demi bangsa dan negara Indonesia.

Oleh karenannya PPP harus mampu mendengarkan seluruh aspirasi bangsa, bukan, hanya aspirasi Umat Islam saja. Karena, keberadaan partai salah satunya adalah mensejahterakan seluruh bangsa.

"Dengan pemerintah, PPP sederhana saja. Kalau benar kita perkuat kalau salah kita perbaiki. Disatu saat kita mendukung di satu satu saat kita menolak," kata dia.

Pesannya kepada Ketum PPP yang baru nanti, agar menjadi partai yang mampu bermanfaat dan berguna bagi bangsa.

"Partai PPP harus mampu membawa kesejahteraan bagi semua komponen bangsa. Kalau itu  mampu dilakukan  saya yakin PPP akan kembali menjadi partai yang besar," kembali ia menegaskan. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek