Ekonomi
Selasa 23 Maret 2021 09:17
Gubernur Banten Wahidin Halim. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan pemanfaatan pembangunan Waduk Karian dan Bendungan Sindangheula harus berpihak kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Gubernur saat menerima rombongan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), di Rumah Dinas Gubernur Banten, Kota Serang, Senin (22/03).

Pada prinsipnya air tidak boleh dibisniskan atau diperjualbelikan. Karena pembanguan waduk dan bendungan serta pemanfaatannya menggunakan teknologi, dibolehkan pengenaan biaya untuk teknologinya, menurut dia.

Ditegaskan pula perlu kejelasan sampai dimana batas kewenganan Provinsi Banten dalam pengelolaan Waduk Karian dan Bendungan Sindangheula. Serta apa yang harus dilakukan oleh Provinsi Banten dalam pengelolaannya.

"Secara teknis kita perdalam agar lebih kongkrit pola kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha," kata orang nomor satu di Tanah Jawara ini.

"Kita harus tahu debit airnya, keberpihakan kita ke rakyat berapa? Harus ada keadilan," tegas Gubernur.

Gubernur berkata, pemanfaatannya jangan menjadi ajang untuk mencari keuntungan. Ini menyangkut kebutuhan industri dan rakyat. "Harus dilayani dengan baik," tambah dia.

Masih menurut dia, untuk Provinsi Banten kepentingan utama untuk pemanfaatan Waduk Karian dan Bendungan Sindangheula adalah untuk air irigasi pertanian, air baku, air minum dan industri.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan Bendungan Sindangheula yang berlokasi di Pabuaran Kabupaten Setang. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek