Lapsus
Selasa 25 Desember 2018 19:12
Seorang ibu-ibu diantara puing bangunan rusak akibat terjangan tsunami. (FOTO: Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES – Jumlah korban meninggal korban tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung untuk sementara berjumlah 429 orang. Data ini masih mungkin akan terus bertambah mengingat pendataan masih terus dilakukan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data ini tercatat hingga, Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB atau hari H+3.

"Total 429 orang meninggal. 1.485 luka-luka, 154 orang hilang dan 16.082 orang mengungsi," terang Sutopo kepada awak media, di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (25/12) siang.

Menurutnya data ini terus berubah karena Tim SAR gabungan terus menyisir lima kabupaten di Banten dan Lampung yang terdampak tsunami.

Sejauh ini Kabupaten Pandeglang di Banten jadi wilayah yang paling parah terdampak tsunami. Wilayah lain yang terdampak adalah Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

Tsunami di Selat Sunda diyakini dipicu oleh longsor oleh bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang ada di tengah laut. Tsunami datang tanpa peringatan dini dan tanda-tanda alam seperti surutnya air laut di pantai.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di sekitar peisisir Selat Sunda tetap waspada dan menjauhi area pantai dalam radius 500 meter hingga satu kilometer (km).

Hal ini seiring dengan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan longsor pada Gunung Anak Krakatau dan memicu kembali tsunami.

"Mohon untuk menghindari zona pesisir atau pantai antara radius 500 meter hingga satu kilometer. Ini khusus untuk kondisi di selat sunda terkait anak gunung Krakatau serta aktivitas tremor," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers, di kantornya, Selasa (25/12). (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek