Ekonomi
Senin 05 April 2021 12:37
Jembatan 'Indiana Jones' membentang sungai Ciberang. (FOTO: Dok-Relawan Kampung untuk BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Masih ingatkah Anda dengan jembatan gantung di Lebak Banten yang disebut-sebut mirip dengan jembatan di film Indiana Jones? Yah, pada 2012 lalu jembatan gantung Ciwaru Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar Lebak ini menjadi perbincangan publik.

Jembatan 'Indiana Jones' dikenal karena runtuh pada 2012 lalu karena luapan sungai Ciberang dan menjadi buah bibir masyarakat. Gambar/foto menghiasi laman media-media nasional hingga internasional.

Kini, jembatan 'Indiana Jones' sudah menjadi jembatan yang kokoh dan bagus. Adalah Relawan Kampung yang konsen membangun jembatan-jembatan rusak di berbagai pedalaman di tanah air.

Lewat Relawan Kampung ini, jembatan 'Indiana Jones' sepanjang 100 meteran dengan lebar sekira 1,6 meter pada akhir pekan kemarin telah merampungkan pembangunanya. Jembatan ini juga dibangun atas donasi dari Uni Emirat Arab serta berbagai donatur lainnya.

"Iya betul donaturnya dari Uni Emirat Arab. Alhamdulillah dibangun," ucap Koordinator Relawan Kampung Arif Kirdiat.

"Alhamdulillah pekerjaan dokumentasi Jembatan Gantung 'Indiana Jones' donasi UAE di Rangkasbitung Lebak, hari ini telah selesai," kata Arif di lihat dari akun Facebooknya, Ahad (04/04).

"Semoga bisa segera digunakan oleh masyarakat dan bermanfaat," sambung dia.

Jembatan gantung berlokasi di Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak mendunia, setelah dipublikasikan berbagai media. Jembatan tersebut pada 2012 putus dan anak-anak pergi ke sekolah dengan bergelantungan melintasi kawat yang sangat membahayakan.

Jembatan gantung yang melintasi Sungai Ciberang itu menghubungkan antardesa di Kabupaten Lebak, yakni Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar dan Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung.

Setiap hari jembatan gantung ini dilalui hingga ratusan warga, seperti anak-anak sekolah dan warga lainnya yang akan melakukan aktivitas. Pada 2020 lalu jembatan ini sempat dibangun namun, kembali roboh akibat longsor.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Lebak Maman Suparman mengatakan pembangunan jembatan di Lebak terkendala anggaran. Karena setiap desa ada minimal 2 jembatan gantung. Sedangkan total desa sendiri hingga 340 desa.

"Lebak ini terdiri dari sungai-sungai besar, Ciujung, Cidurian, Cisimet sehingga kurang lebih hampir 900 jembatan," ungkap Maman kepada wartawan.

Untuk membangun jembatan-jembatan gantung itu, kata dia, pemerintah kadang mengandalkan donasi berupa CSR.

"Termasuk jembatan 'Indiana Jones' yang dulu dibangun oleh CSR dari BUMN dan karena roboh kembali maka dibantu oleh organisasi Relawan Kampung," kata dia. (ZIE/MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek