Nasional
Rabu 15 Juli 2020 16:21
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (FOTO: Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan kearifan lokal.

Sosialisasi akan melibatkan beragama komponen seperti, antropologi, sosiolog termasuk tokoh agama di semua daerah.

Hal ini dimaksudkan agar program sosialisasi ini betul betul dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga bisa menekan penyebaran virus Covid-19.

Terkait adanya pihak yang menganggap Covid-19 adalah konspirasi, Doni tegaskan bahwa Covid-19 nyata.

Hal ini dibuktikan dengan jumlah angka kematian yang telah melampaui angka 3.500 orang di Indonesia.

“Covid-19 diibaratkan malaikat pencabut nyawa bagi yang rentan,” kata Jenderal TNI Bintang Tiga ini, di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (15/07).

BACA JUGA: Update Corona Banten: 1085 Dinyatakan Sembuh

Sementara itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghapus penggunaan istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), dan orang tanpa gejala (OTG) dalam kasus Covid-19.

Hal itu tertuang dalam Kepmenkes HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease yang diteken Terawan pada Senin (13/07).

Kepmenkes ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati.

"Untuk kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG)," kutip Kepmenkes tersebut.

Dalam bab tiga Kepmenkes itu, Menkes Terawan mengganti istilah PDP kembali menjadi kasus suspek, ODP diganti dengan istilah kontak erat, dan OTG diganti menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala. (GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek