Ekonomi
Sabtu 04 Mei 2019 22:16
Seba Baduy merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

LEBAK – Jurnalis asal Perancis yang bekerja di media "Geofrance" menyebarkan liputan tradisi perayaan Seba Baduy yang dilaksanakan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak ke seluruh penjuru  dunia.

"Kami sangat tertarik melihat masyarakat Baduy yang merayakan tradisi Seba itu," kata Valarie Leonard, seorang wartawan Perancis dikutip Antara, di Lebak, Sabtu (04/05).

Kehidupan masyarakat Baduy yang ada di Kabupaten Lebak, Banten mendunia dan sudah dikenal oleh warga Perancis. Bahkan, dirinya mengenal sejarah masyarakat Baduy sejak duduk di perguruan tinggi.

Konsep kehidupan masyarakat Baduy yang bersahabat dengan alam sekitarnya, seperti pohon, air juga yang lainnya. Mereka masyarakat Baduy khususnya Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana memiliki konsep keseimbangan antara alam dan manusia.

Selain itu juga menjaga dan melestarikan hutan dan alam agar tidak menimbulkan kerusakan. Sebab, konsep mereka jika hutan dan alam mengalami kerusakan maka dapat menimbulkan malapetaka bencana alam.

"Dengan konsep-konsep seperti itu perlu disebarkan ke belahan dunia agar mengikuti cara-cara masyarakat Badui yang bersahabat dengan alam itu," katanya menjelaskan.

Konsep warga Baduy tersebut patut disebarkan ke dunia agar para komunitas maupun kumpulan masyarakat dapat memiliki tanggung jawab untuk pelestarian hutan dan alam, menurut dia. Ia juga mengapresiasi limbah plastik di kawasan Baduy Dalam tidak ditemukan dibandingkan Baduy Luar.

Mereka masyarakat Baduy Dalam sangat luar biasa dengan tidak adanya sampah plastik yang bisa menimbulkan kerusakan lahan. "Kita perlu belajar konsep pelestarian hutan dan alam ke Baduy," katanya.

Diketahui, puncak perayaan tradisi Seba Baduy  2019 yang dilaksanakan di Pendopo Pemkab Lebak, pada Sabtu (04/05) malam berlangsung lancar, aman dan tertib. Pelaksanaan seba dimulai pukul 20.00 WIB hingga 21.10 WIB.

Perayaan tradisi seba itu dihadiri sebanyak 1.037 orang terdiri dari warga Baduy Luar berpakaian khas hitam-hitam dan lomar atau ikat kepala berwarna biru dan Badui Dalam berpakaian putih-putih dengan lomar putih.

Perayaan seba sendiri merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan hasil komoditas pertanian ladang yang melimpah.

Oleh karena itu, masyarakat Baduy yang hidupnya mengandalkan pertanian ladang huma menyerahkan hasil pertanian, seperti pisang, talas, beras huma, laksa dan sayur-sayuran kepada pemerintah, Ibu Gede sebutan untuk Bupati dan Bapak Gede untuk Gubernur.

Masyarakat suku Baduy hingga kini tetap lestari dan menjaga hutan dan alam agar tidak menimbulkan bencana alam dan berbagai kerusakan lingkungan lainnya. (RHMT)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek