Hukum_Kriminal
Kamis 03 Oktober 2019 20:16
Kabel PLN tegangan tinggi di Jalan Teuku Umar Karawaci Kota Tangerang. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Saipul Basri, Sekjen Patriot Nasional (Patron) Kota Tangerang mengecam perusahaan plat merah, yakni PLN. Pihaknya menilai selama ini pekerjaan yang dilakukan PLN seperti galian kabel sangat merusak jalan-jalan protokol dan merugikan masyarakat banyak.

Menurutnya, belum lagi dampak pekerjaan galian-galian kabel tersebut hingga menelan korban jiwa pada masyarakat akibat jalan rusak.

Hal tersebut dikatakan Marsel-sapaan aktivis ini saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor PLN Disjaya Banten, yang berada di Cikokol, Kota Tangerang, Kamis (03/10).

“Kami sangat kecewa dengan pekerjaan yang dilakukan PLN selama ini, karena kami nilai tidak sesuai aturan, pengerjaan galian-galian penanaman kabel semeraut. Jalan-jalan protokol jadi rusak hingga menyebabkan jatuh korban,” cetus dia diatas mobil komando.

Selain menyampaikan orasi terkait pekerjaan [galian] kabel yang marak terjadi, ia juga menyinggung soal adanya kabel-kabel tegangan tinggi milik PLN yang berserakan semrawut dan sangat membahayakan bagi masyarakat.

BACA JUGA: Rusuh di Papua, Gubernur Banten: Saya Akan Bela Rakyat Saya

Kabel-kabel tersebut terletak di Jalan Teuku Umar, Karawaci Kota Tangerang. Tepatnya di jembatan sungai Cisadane.

“Kami melihat kabel-kabel ini sangat berbahaya. Kabel-kabel semrawut berserakan ditanah tanpa pengaman sama sekali, padahal kabel tegangan tinggi. Bukankah ini sangat membahayakan,” kata Marsel.

“Apakah ini sesuai prosedur? PLN sembrono sekali abaikan K3,” ketus dia.

Pihaknya juga menuntut PLN agar mencoret alias mem-black list bagi perusahaan-perusahaan rekanan PLN yang nakal yang tidak menjalankan pekerjaan sesuai SOP. Usai aksi pada hari ini ia juga menegaskan akan segera melaporkan ke Kejaksaan dan Polda Metro Jaya.

Sementara itu, manejer komunikasi PLN Cabang Cikokol, Eman, mengatakan kepada awak media, bahwa adanya kabel-kabel di Jalan Teuku Umar itu akibat adanya banjir pada bulan lalu, sehingga kabel-kabel tersebut butuh waktu untuk di recovery.

“Di jembatan Cisadane itu akibat banjir pada April lalu. Kabel kita terseret oleh banjir. Itu kita sudah recovery untuk perbaikannya untuk mengembalikan kita perlu proses. Dan pengerjaanya pun tentu membutuhkan waktu serta izin lainnya,” jelas dia. (DIR)

BACA JUGA: Ironi, ADA APA DENGAN KOTA TANGERANG?

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek