Lapsus
Rabu 13 Oktober 2021 20:27
Massa aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Bupati Tangerang sebelum terjadi cheos. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Peristiwa oknum polisi banting mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa, Rabu (13/10), viral di dunia maya. Berbagai pihak mengecam aksi polisi tersebut dan meminta pelaku diberikan sanksi.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tangerang, juga mengecam tindakan represif oknum aparat kepolisian yang terjadi di Kabupaten Tangerang saat penanganan pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa itu.

"Tentunya hal ini sangat disayangkan karena hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum tidak lagi dijamin haknya. Karena sikap aparat yang selalu arogan terhadap masa aksi dari tahun ke tahun dan tidak pernah ada perubahan," kata Ketua KAMMI Kota Tangerang, Suryansah dalam keteranganya kepada BantenExpres, Rabu (13/10) malam.

Sudah seharusnya Polri bebenah diri terhadap peristiwa yang terjadi di Kabupaten Tangerang tersebut, sambung dia.

"Maka dari itu, KAMMI Kota Tangerang menyatakan sikap. Pertama, mengecam tindakan represif aparat kepolisian. Kedua, mengevaluasi SOP penangan aksi yang dilakukan oleh Polresta Tangerang Kota," ujar dia.

"Ketiga, KAMMI menuntut Polda Banten untuk mengambil tindakan tegas kepada anggota yang bertindak represif, serta mencopot Kapolresta Tangerang Kota," demikian Suryansah.

Sementara itu, Mabes Polri menerjunkan Divisi Propam untuk memeriksa petugas kepolisian yang membanting seorang mahasiswa dalam penanganan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang itu.

Pemeriksaan terhadap anggota kepolisian tersebut sebagai respons Mabes Polri untuk memastikan peristiwa sebenarnya.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono menegaskan, Divisi Propam akan mengusut aksi kekerasan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan aksi para mahasiswa tersebut.

Tak menutup kemungkinan, sanksi berat akan dijatuhkan kepada petugas keamanan jika terjadi pelanggaran prosedur pengamanan demonstrasi.

“Propam Mabes Polri, sudah turun ke Polda Banten. Anggota (polisi yang melakukan kekerasan) sedang diperiksa,” terang Argo lewat pesan singkatnya, kepada wartawan di Jakarta, pada Rabu (13/10) petang.

Sebelumnya, aksi demonstrasi gabungan mahasiswa digelar bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10). Para mahasiswa tersebut, melakukan aksi duduk, dan orasi di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa.

Namun, aksi demonstrasi yang semula tertib berakhir ricuh. Massa mahasiswa dan petugas keamanan dari kepolisian melakukan aksi saling dorong.

Aksi saling dorong yang membuat situasi semakin tak terkendali, mendesak satuan keamanan melakukan penangkapan para demonstran. (GUNG/ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek