Lapsus
Senin 31 Desember 2018 14:38
Kantor Hukum Law Firm TP & Patners mengadakan Akustik Amal Selat Sunda Banten, Sabtu (29/12). (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

TANGERANG – Musibah bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda (Banten) dan juga beberapa wilayah Lampung Selatan membuat duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Terlebih musibah di negeri ini belum kering akibat gempa Palu Donggala dan Lombok.

Tsunami yang menghantam kawasan wisata Tanjung Lesung dan pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, menimbulkan korban ratusan jiwa meninggal dan ribuan warga lainnya mengungsi.

Selain korban masyarakat, rumah, gedung dan kendaraan pun ikut hancur diterjang tsunami yang terjadi pada malam minggu (22/12) pekan kemarin itu. Membuat masyarakat silih berganti membantu para korban, selain ucapan duka dan doa terus mengalir menyampaikan belasungkawa.

Relawan dan organ masyarakat lainnya bersama badan-badan pemerintahan bahu membahu mendirikan posko (bantuan), guna meringankan beban dan penderitaan korban tsunami. Seperti yang dilakukan Kantor Hukum Law Firm TP & Patners Tangerang, ikut melakukan kegiatan bakti sosial.

Dengan menyelenggarakan “Akustik Amal Selat Sunda Banten”, bertujuan mengumpulkan dan menggalang dana sosial bantuan untuk para korban tsunami. Acara yang dihelat di Madrigras Citra Raya, Cikupa Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (29/12) malam itu berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp.9.610.000 ribu.

Alhamdulillah, teman-teman dari Kantor Hukum Law Firm TP & Patners dan masyarakat lainnya ikut peduli meringankan saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musbiah tsunami di Banten,” jelas Asep Jena salah satu penggagas acara dalam keterangannya kepada redaksi BantenExpres, Ahad (30/12) malam.

Menurutnya, dana sebesar itu langsung disalurkan kepada para korban di Banten. “Kita berhasil melakukan penggalangan dana sebesar Rp.9 juta lebih tersebut dan langsung kita salurkan kepada para korban yang mengalami musibah bencana tsunami Selat Sunda Banten,” kata dia.

Selain itu, sumber dana tersebut juga berasal dari para donatur rekanan Kantor Hukum Law Firm TP & Patners. “Ini berkat bantuan dari rekan-rekan dan perusahaan Kantor Hukum Law Firm TP & Patners, tidak hanya dari acara itu saja. Alhamdulillah rekan-rekan sangat peduli untuk meringankan beban para korban,” ujar Asep.

“Terimakasih kepada semua teman-teman dan rekan dari Kantor Hukum Law Firm TP & Patners yang ikut berpartisipasi menggalang dana amal dan bakti sosial ini. Semoga bermanfaat untuk meringankan beban saudara kita yang mengalami musibah bencana tsunami,” tambah Febby Desvianto, penggagas lainnya.

“Sekali lagi, kami dari Kantor Hukum Law Firm TP & Patners, turut berduka dan berbelasungkawa atas musibah yang terjadi di Selat Sunda Banten dan Lampung, semoga para korban diberikan kesehatan dan kesabaran,” tandasnya.

Salah satu owner Bakso Aci, Firdaus yang turut serta menggagas acara "Akustik Amal Selat Sunda Banten" juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tsunami di bumi jawara Banten ini. "Mudah-mudahan para korban cepat tertangani dengan baik. Dan Banten tetap kuat menghadapi ujian dan musibah ini, Amin," ucap Firdaus dilokasi acara.

Hingga sepekan pasca tragedi tsunami, BNPB mencatat setidaknya ada 412 orang meninggal dunia dan ratusan warga mengalami luka ringan serta ribuan lainnya masih mengungsi. Diketahui juga Kabupaten Pandeglang yang paling parah mengalami kerusakan dampak tsunami ini. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek