Lapsus
Rabu 13 Oktober 2021 21:34
NP meminta maaf dan memeluk MFA di Mapolresta Tangerang Kota, Rabu (13/10). (FOTO:Dok-Humas)
\"Share

BANTENEXPRES - Petugas polisi berinisial NP yang membanting seorang mahasiswa berinisial MFA dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang pada Rabu (13/10) bakal ditindak tegas.

NP yang disebut oleh Kapolresta Tangerang sebagai oknum, akan diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

"Terhadap oknum anggota bernama NP pangkat brigadir Polresta Tangerang saat ini telah dilakukan pemeriksaan oleh tim Propam Mabes Polri dan didampingi Propam Polda Banten," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Polisi Wahyu Sri Bintoro dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (13/10) malam.

Kapolres Wahyu menjelaskan, oknum petugas tersebut bakal ditindak tegas atas perbuatannya terhadap korban yang diketahui berinisial MFA berusia 21 tahun.

"Kemudian Bapak Kapolda Banten secara tegas akan menindak personel yang melakukan aksi pengamanan di luar standar prosedur dan sudah berjanji langsung kepada korban maupun keluarga korban," jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan permintaan maaf kepada korban serta keluarga korban atas insiden kekerasan yang dilakukan anggotanya. Pihaknya juga mengaku akan bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan mahasiswa (MFA) tersebut.

Sementara itu, Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto, meminta maaf secara langsung ke mahasiswa yang dibanting oleh anggota Polresta Tangerang saat penanganan aksi demonstrasi siang tadi.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh jenderal bintang dua, kepada MFA dan orangtuanya di Mapolresta Tangerang Kota.

Dalam kesempat ini turut mendampingi Kapolresta Tangerang Kota Kombes Polisi Wahyu Sri Bintoro, Kabidpropam Polda Banten KBP Nursyah Putra dan Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga.

“Atas nama Polda Banten, saya meminta maaf kepada adek Faris dan ayahanda yang mengalami tindakan kekerasan oleh oknum Polresta Tangerang pada saat pengamanan aksi unjuk rasa," kata Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto.

"Kami pastikan ada sanksi tegas terhadap oknum tersebut yang saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten,” imbuh Rudy.

Menyikapi viralnya video mahasiswa yang dibanting tersebut, Bupati Tangerang Zaki Iskandar juga menyatakan permohonan maaf.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Terkait video viral yang beredar ditengah masyarakat tentang penanganan aksi unjuk rasa yang terjadi di depan Kantor Pemkab Tangerang siang tadi. Saya Bupati Tangerang A Zaki Iskandar menyatakan permohonan maaf dan prihatin atas terjadinya peristiwa tersebut dan menyerahkan semua kepada pihak berwenang. Semoga peristiwa tersebut tidak terjadi lagi," kata Bupati Zaki.

Sementara oknum polisi berinisial NP dengan pangkat Brigadir yang melakukan aksi kekerasan dengan membanting seorang mahasiswa mengaku hanya refleks.

NP juga menyebutkan bila ia menyesali perbuatannya terhadap mahasiswa berisnial MFA, saat aksi demo di depan Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa.

Di depan korban dan orang tuanya, ia pun meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya tadi siang saat mengamankan aksi demo mahasiswa.

"Saya meminta maaf sebesarnya kepada mas Faris. Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang telah saya perbuat," kata NP.

NP mengaku, tindakan yang dilakukannya tersebut hanya sebatas refleks saja saat mengamankan aksi demo mahasiswa yang sudah mulai terlihat ricuh.

"Tidak ada unsur kesengajaan. Hanya refleks aja," akunya.

Sementara, MFA yang juga dihadirkan di tempat yang sama menerima permintaan maaf dari oknum polisi yang sempat melakukan tindak kekerasan padanya. (ZIE/GUNG/EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek