Ekonomi
Minggu 17 Mei 2020 01:48
PT Eco Ramah Lestari di Tangerang merumahkan sebagian karyawanya dampak COVID-19. (FOTO: untuk BantenExpres)
\"Share

TANGERANG – Semua terpukul, ekonomi terguncang hebat semua dibuat was-was cemas. Begitulah gambaran kondisi saat ini dampak ganasnya wabah Coronavirus [COVID-19], hingga sebabkan dunia seakan berhenti beraktivitas--istirahat sepanjang sejarah peradaban manusia.

Dengan kondisi yang kian parah itu membuat perusahaan-perusahaan besar pun tumbang banyak sudah gulung tikar alias bangkrut, terkena imbas si Corona. Terlebih bagi perusahaan/pabrik/industri berskala kecil dan UMKM semakin tak berdaya.

Lantaran kondisi amat mengkhawatirkan ini, banyak pabrik di wilayah Tangerang juga terdampak hebat oleh COVID-19 hingga mengambil langkah efisiensi, yakni mem-PHK atau merumahkan para karyawanya demi menyelamatkan perusahaan.

Halnya dengan PT. Eco Ramah Lestari, yang berlokasi di Kawasan Industri Akong, Kabupaten Tangerang, bulan ini merumahkan sekira 40 orang karyawanya demi efisiensi dampak COVID-19. Namun, perusahaan ini tetap bertanggung jawab dengan memberikan hak mereka, yaitu gaji terakhir bekerja, Tunjangan Hari Raya (THR), serta kompensasi pengakhiran hubungan kerja.

BACA JUGA: Melanggar PSBB di Kota Tangerang Ini Sanksinya

“Hari ini, Sabtu 16 Maret 2020, perusahaan (PT Eco Ramah Lestari) sudah mengeluarkan kewajibanya, memberikan hak-hak karyawan yang dirumahkan dampak COVID-19. Seperti gaji terakhir mereka bekerja dan THR juga kompensasi pengakhiran hubungan kerja,” terang Asep Jena, Legal hukum perusahaan tersebut.

Meski demikian, kata dia, baru 29 orang karyawan yang hak-haknya terpenuhi oleh perusahaan, masih ada 11 orang karyawan yang belum terpenuhi, karena belum menerima keputusan perusahaan.

“Jadi, sisanya ada 11 orang karyawan lagi yang belum terpenuhi haknya oleh perusahaan. Karena hingga sore tadi belum menemui kata sepakat dengan kita (perusahaan),” jelas dia.

Asep menegaskan, sebagai bentuk tanggung jawab, PT Eco Ramah Lestari pada minggu depan akan sepenuhnya memberikan hak ke-11 orang karyawan yang hari ini belum terselesaikan.

BACA JUGA: KPK Minta Pemda Publikasi Penyaluran Bansos yang Transparan

“Tadi sore perusahaan bukan tidak mau memberikan hak ke-11 karyawan itu, tetapi karena mediasi juga tidak menemui kata sepakat hingga sore, manajemen perusahaan sudah keburu tutup tidak bisa mengeluarkan keuangan,” ujar Asep dari Law Firm TP & Patners.

Tetapi minggu depan, pada hari Senin tanggal 18 Maret 2020, dipastikan perusahaan akan memberikan hak ke-11 orang karyawan tersebut, sambung dia kepada BantenExpres di Tangerang, Sabtu (16/05) malam.

“Intinya perusahaan pada Senin tanggal 18 nanti akan mengeluarkan hak mereka. Bila mereka, ke-11 orang karyawan ini tidak puas dan mau menuntut hak-haknya kepada perusahaan, kami persilahkan menempuh jalur hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Asep.

“Yang pasti perusahaan bertanggung jawab penuh kepada karyawan yang dirumahkan dengan memberikan hak-hak mereka. PT Eco Ramah Lestari tidak akan lari dari tanggung jawab,” kembali Asep menegaskan.

Pihaknya juga tak segan akan mensomasi dan membawa ke jalur hukum kepada pihak-pihak yang sudah mengeluarkan dan menyebarkan statement yang tidak benar terkait pemutusan hubungan kerja di PT Eco Ramah Lestari, serta berita yang tidak sesuai fakta tanpa adanya konfirmasi, hingga menyebabkan pencemaran nama baik perusahaan dimuka publik. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek