BANTENEXPRES - Pemerintah Kabupaten Tangerang menyampaikan angka kasus stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan pada tahun 2023. Upaya intervensi dipastikan bakal terus dilakukan untuk dapat mencapai angka stunting nol persen di wilayah tersebut.
"Kasus stunting di Kabupaten Tangerang pada 2023 turun berjumlah 9.000 kasus dan sekarang turun jadi 6.000 kasus. Hal itu berdasarkan hasil pengukuran melalui aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat atau ePPGBM," ungkapKepala DPPKB Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/06).
Hendra menyebut, penurunan angka stunting tersebut terlihat sejak tahun 2021 lalu. Berdasarkan data, angka kasus saat itu sekitar 16.100 kasus. Kemudian pada 2022, angka kekerdilan pada anak itu turun menjadi 9.000 kasus. Kini, kembali turun hingga 6.000 kasus.
"Dari angka 6.000 kasus stunting itu, jika di persentase sebesar 2,7 persen alami penurunannya. Ini hasil kerja sama antar instansi daerah dalam program pencepatan dan pengendalian terhadap stunting," kata dia.
Dia mengatakan, kegiatan perbaikan gizi masyarakat terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala melalui surveilans gizi yang meliputi indikator masalah gizi dan indikator kinerja program gizi.
"Ada percepatan, jadi kita kerja sama dengan Bappeda dan seluruh perangkat daerah terkait, melakukan gebrakan Posyandu, Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting), Pos Gizi Desa," tegas Hendra.
(EDY)
- PDI Perjuangan Kota Tangerang Gelar Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis
- Begini Cara Mengaktifkan Kembali PBI BPJS Kesehatan yang Mati
- Kisah Pilu Ibu Habibah Warga Mekarsari Saat PBI BPJS Kesehatan Tetiba Mati
- Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang Klarifikasi Video Viral Penolakan Pasien BPJS Kesehatan: Tidak Benar!
- Banjir Melanda, Pemkot Tangerang Dirikan Posko Kesehatan di 10 Lokasi
- HKN Ke-61, Gubernur Banten: Kesehatan adalah Investasi Jangka Panjang
- Tunggakan BPJS Akan Dihapus, Harapan Baru Keluarga Rentan Peroleh Akses Jaminan Kesehatan


.jpg)


