Ekonomi
Sabtu 13 Februari 2021 13:07
Masyarakat Baduy Dalam mengenakan baju dan ikat kepala putih pada kegiatan Seba. (FOTO: Dok-BantenExpres)
\"Share

LEBAK - Wisatawan domestik maupun mancanegara mulai hari ini, Sabtu (13/02), dilarang memasuki kawasan Baduy Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak Banten, karena melaksanakan ritual Kawalu dan tertutup bagi masyarakat luar.

"Kami meminta wisatawan menghormati dan menghargai keputusan adat itu," kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang juga tetua adat Baduy Jaro Saija, kemarin di Lebak.

Pelarangan kawasan Baduy dikunjungi wisatawan berdasarkan keputusan adat Nomor 141.01/13-Ds.Kan-200I/2021, tertanggal 13 Februari 2021 yang ditandatangani Kepala Desa Kanekes.

Pelarangan itu karena memasuki bulan Kawalu atau bulan larangan selama tiga bulan warga Baduy Dalam tersebar di Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik tengah melakukan ritual untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa meminta keselamatan bangsa dan negara yang aman, damai, dan sejahtera serta dijauhkan dari bencana.

Selain itu juga masyarakat Baduy Dalam dilarang menggelar perkawinan, sunatan anak yang bisa menimbulkan keramaian.

Juga untuk berdoa agar Indonesia terbebas dari penyebaran pandemi COVID-19. Masyarakat Baduy Dalam melaksanakan ritual Kawalu tersebut mulai 13 Februari sampai 14 Mei 2021 atau tiga bulan.

Selama ini masyarakat Baduy Dalam melaksanakan ritual Kawalu berlangsung sejak nenek moyang hingga kini masih dipertahankan, sebab jika tidak dilaksanakan akan menimbulkan bencana bagi warga Baduy. Selama ritual Kawalu, mereka juga menjalani puasa dan doa khusyuk dan penuh sederhana.

"Selama Kawalu, kondisi kampung Baduy Dalam sepi dan warganya memilih tinggal di rumah-rumah," jelas dia dilansir Viva.

Salah seorang Tokoh Baduy Dalam, Ayah Mursid mengatakan ritual bulan Kawalu atau bulan larangan, wajib dilaksanakan selama tiga bulan sekali setahun guna berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan keberkahan dan keselamatan.

"Kami fokus dan kosentrasi selama Kawalu mendoa dan menjalankan puasa," kata Ayah Mursid di Kadu Ketua Pemukiman Baduy di Lebak, Jumat (12/02).

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin mengatakan penutupan kawasan Baduy Dalam itu tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke permukiman Baduy.

Sebab kawasan permukiman Baduy Luar tetap dibolehkan untuk dikunjungi wisatawan. "Kami minta wisatawan tidak ke Baduy Dalam, cukup dengan warga Baduy Luar saja," terang Imam. (MUH)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek