Hukum_Kriminal
Rabu 08 September 2021 13:22
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan keterangan kepada media kebakaran Lapas Klas I Tangerang. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, ada dua warga negara asing (WNA) yang menjadi korban tewas dalam kebakaran maut yang terjadi di Lapas Klas 1 Tangerang pada Rabu dini hari itu.

"Ini ada dua orang warga negara asing. Satu warga negara Portugal dan satu warga negara Afrika Selatan," sebut Yasonna pada konferensi pers di Lapas Klas 1 Tangerang, Rabu (08/09).

Yasonna menyebutkan, kedua WNA tersebut termasuk dalam total 41 narapidana yang meninggal. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar terkait dua WNA itu.

"Kami sudah bekerja sama dengan Kemlu dan juga Kedubes negara yang bersangkutan," imbuhnya.

Dia juga mengatakan akan kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar tersebut untuk menindaklanjuti penanganan kedua WNA yang tewas tersebut.

"Nanti kita tentukan, di mana dimakamkan, itu nanti timnya. Tim tiga, karena ini menyangkut negara lain," jelas dia.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan kondisi Lapas Klas I Tangerang sudah tua. "Kalau kita melihat kondisi Lapas kita ini sudah berumur 42 tahun," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkum HAM) Banten Agus Toyib mengungkap seluruh kamar sel di Blok C2 Lapas Klas I Tangerang terkunci saat kebakaran terjadi Rabu (8/9) dini hari itu.

Blok tersebut diketahui dihuni oleh 122 orang napi. Sebagian di antaranya tewas terbakar karena tak bisa keluar dari sel.

"Terbakar karena memang kamar semua dikunci. Jadi, ada yang tidak sempat dikeluarkan," kata Agus.

Yasonna menyebut penguncian sel di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang di saat terjadi kebakaran dilakukan karena merupakan prosedur tetap (protap).

"Mengapa dikunci? Memang protap lapas begitu. Kalau tak dikunci itu nanti langgar protap, maka ketika diketahui langsung dia [dikunci]," jelasnya.

Yasonna juga mengatakan, kondisi 41 korban (napi) kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang itu sulit dikenali identitasnya.

Salah satu penyebabnya karena mayoritas jenazah mengalami luka bakar yang amat parah. "Kondisi jenazah sudah sulit dikenali," ujar dia.

Dia menambahkan seluruh korban dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk menjalani proses identifikasi. Sementara dugaan kebakaran berawal dari hubungan arus pendek di Blok C2 Lapas tersebut. (ZIE/MAN)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek