Lapsus
Kamis 14 Januari 2021 16:09
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melakukan chek darah sebelum suntik vaksin Covid-19. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Sejumlah kepala daerah dan pejabat se-Banten, Kamis (13/01) pagi dilakukan vaksinasi Covid-19 yang berlokasi di Pendopo Bupati Tangerang jalan Kisamaun, Sukasari, Kota Tangerang.

Mereka adalah Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachma Diany, Bupati Pandeglang Irma Narulita, Bupati Serang Tatu Chasanah dan Walikota Serang Syafruddin, tapi ia gagal karena tensi darah tinggi.

Kemudian, Sekretaris Daerah Banten Almuktabar, Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti, Ketua DPRD Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto, Danrem 064 Gemuruh Winardjatmiko dan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Asep Mulyana. 

Vaksinasi Covid-19 memang diprioritaskan terlebih dahulu untuk para pejabat publik sebelum menyasar kepada masyarakat luas. Presiden Joko Widodo diketahui orang pertama di negeri ini yang diberikan suntik vaksin, di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (13/01).

Namun, Gubernur Banten Wahidin Halim pada kesempatan vaksinasi serentak di tanah jawara pada tahap pertama ini tidak mendapatkan suntik vaksin, karena gubernur telah memasuki usia 66 tahun.

"Umur saya 66, sementara batas umur dari Sinovac itu 60 tahun," ujar Gubernur Banten kepada awak media.

"Kalau ditanya siap, tentu saya siap karena ini termasuk bela negara untuk memutus rantai penularan COVID-19," sambung gubernur WH-saapan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramusjasi Astuti, menerangkan pencanangan vaksinasi Covid-19 yang diikuti oleh 14 orang jajaran kepala daerah dan Forkompinda provinsi Banten telah selesai.

Dari 14 orang yang dijadwalkan tersebut 10 berhasil sementara 4 diantara ditunda sambil menunggu kesehatan stabil.

"Rata-rata hipertensi. Danrem, Kapolda, Wali Kota Serang dan perwakilan Wali Kota Cilegon (Plt Kadinkes Cilegon)," ujar Ati kepada wartawan.

Diketahui, pada vaksinasi ini melibatkan sebanyak terdiri dari dokter spesialis berserta sekitar 17 anggotanya. Juga melibatkan dokter umum sebagai fasilitator vaksin dan ditambah perawat yang ikut terlibat dalam membatu proses vaksinasi kepala daerah se-Banten ini.

WH Bersitegang dengan awak media

Sebagai informasi, pelaksanaan suntik vaksinasi Covid-19 dilakukan secara terbuka dan transparan, agar publik mengetahui dan dapat memastikan informasi yang benar nan faktual. Seperti saat Presiden Jokowi disuntik vaksin Covid-19 disiarkan secara langsung oleh televisi.

Namun, pada agenda suntik vaksin kepala daerah se-Banten di Pendopo Bupati Tangerang ini sempat terjadi ketegangan antara awak media (jurnalis) dengan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Ketegangan terjadi berawal saat para jurnalis khususnya jurnalis foto dan televisi, meminta untuk diizinkan mengambil gambar saat proses suntik vaksinasi berlangsung di dalam Pendopo.

Pasalnya, proses suntik vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di salah satu ruangan Pendopo lokasi tersebut berjalan tertutup.

Awak media yang sudah hadir sejak pagi untuk mengabarkan informasi kepada masyarakat ini tidak diperbolehkan masuk untuk melakukan pengambilan gambar dan kebenaran proses vaksinasi dengan alasan menjaga protokol kesehatan dan menghindari terjadinya kerumunan.

"Pak kalau engga boleh masuk, bagaimana kami bisa tahu kalau yang disuntik emang (vaksin) Sinovac?," cetus salah seorang awak media kepada Gubernur Banten Wahidin yang sempat meninjau ruangan proses vaksinasi.

Lantas, Ketua DPRD Banten Andra Soni yang telah menerima vaksin sempat membela Gubernur Wahidin Halim.

"Iya ini vaksinnya, vaksin Sinovac," ujar Andra kepada awak media. "Saya baru saja disuntik," lanjut politisi partai Gerinda itu menegaskan.

Namun, beberapa awak media yang ada tetap tidak percaya dan bersikukuh menanyakan kebenaran vaksin yang disuntikkan serta meminta untuk memasuki ruangan vaksinasi.

"Kami tidak lihat pak, bagaimana kami bisa mengabarkan ke masyarakat bahwa pejabat daerah di Banten sudah di suntik Vaksin," desak awak media.

Lalu, sontak Gubernur Banten Wahidin Halim berteriak dengan nada tinggi kepada puluhan awak media yang tepat berada di hadapanya.

"Ya sudah kalau enggak percaya kita, ya sudah gak usah," ketus Gubernur Wahidin sambil berlalu meninggalkan awak media.

Salah satu jurnalis foto Denis Supriatin menyebut, awak media diundang untuk meliput acara itu. Tapi, lanjutnya, saat proses vaksinasi malah berjalan tertutup meski memang menggunakan layar monitor.

"Untuk gubernur kita sebagai media diundang, tapi sampai lokasi kita tidak bisa mengambil gambar. Untuk apa gubernur menyebut kita media diminta untuk menginformasikan bahwa vaksin aman," sesal Denis.

"Tapi kenyataan media tidak bisa mengambil gambar saat kepala daerah disuntik. Jokowi saja boleh kok diambil gambarnya," ujar dia. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek