Ekonomi
Sabtu 09 Januari 2021 20:43
Antrian warga penerima BLT di Tanah Tinggi Kecamatan Tangerang Kota Tangerang, Sabtu (09/01). (FOTO: Istimewa)
\"Share

BANTENEXPRES - Kerumunan massa penerima manfaat bansos tunai alias BLT terjadi saat penyaluran di halaman SD Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Sabtu (09/01) siang tuai kecaman dari berbagai pihak.

Pasalnya, kerumunan penyaluran BLT sebesar Rp.300 ribu dari Kemensos lewat PT POS Indonesia ini terjadi saat Kota Tangerang masih berstatus zona merah Covid-19, hal tersebut dikhawatirkan akan membuat cluster corona virus.

Kecaman dan reaksi publik atas membludaknya massa penerima BLT seperti disampaikan Wakil Pimpinan DPRD Kota Tangerang, Tengku Iwan, dia berkata sangat prihatin terjadi kerumunan massa di tengah wabah pandemi Corona, terkhusus Kota Tangerang kasusnya masih meningkat.

"Kaya gak punya pengalaman dan gak mau ambil pelajaran sebelumnya. Penyaluran kek gini kan bukan baru, tapi sudah berkali-kali, masa bisa terulang lagi apapun alasannya," cetus Tengku kepada BantenExpres melalui pesan singkatnya, Sabtu (09/01) petang.

"Pembagian kenapa harus tunai? kenapa gak transfer ya? Kan ada nama penerima jelasnya," lanjut dia.

Menurutnya, antisipasi semestinya bisa dilakukan sebelumnya. Setidaknya belajar dari pembagian UMKM. "Itu kan sudah dijadwalkan tapi tetap saja membludak," kata dia.

Antisipasi resiko kerumunan selalu ada dalam pembagian seperti ini mengingat kondisi sekarang masih pandemi, sambung politisi PKS itu.

"Maka koordinasi dengan Pemkot harus ada. Walau itu program pusat, Pemkot juga harus hadir merencanakan membuat format pembagian yang rapih apalagi sudah ada pengalaman seperti ini. Saya lihat kurang koordinasi," ujar Tengku.

"Ini juga PR kita yaitu soal keasadaran. Beribu imbauan, seperangkat aturan tak ada ada artinya jika warga tidak mematuhi," kata dia lagi.

Maka keasadaran diperlukan untuk mentaati dan mengikuti setiap aturan terkait protap kesehatan, lanjut Tengku.

Menurutnya lagi semua harus berkerjasama. Ingat dampak ekonomi itu karena Covid-19 masih bergentayangan.

"Jadi kalau kita sebagai warga gak disipilin tak akan selesai pandemi ini, yang sudah pasti dampak ekonomi juga tak akan berakhir," tandas Tengku.

Senada dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Saeroji, terjadi kerumunan massa di situasi pademi hanya akan memperparah kondisi.

"Parah!," ketus Saeroji. "Biasa lah gak ada koordinasi. Jadi pada lepas tanggung jawab," cetusnya lagi saat dimintai komentarnya oleh BantenExpres.

Terpisah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya turut menyoroti penyaluran bantuan sosial tunai (BLT) sehingga menyebabkan kerumunan atau membludaknya massa.

Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya, Ahmad Izad Jazuly mengatakan, saat ini kasus Covid-19 masuk dalam trend kenaikan yang cukup signifikan. Dalam penyaluran bansos tersebut haruslah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, sehingga tidak akan terjadi kerumunan warga.

"Seiring meningkatnya angka Covid-19 di Kota Tangerang, seharusnya pemerintah kota Tangerang lebih perketat protokol kesehatan dalam penyaluran bansos kepada masyarakat," ujar Izat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (09/01).

Ia pun menyarankan, dalam proses penyaluran bansos itu seharusnya ada jeda waktu yang panjang. "Dalam hal ini terlihat Pemerintah Kota Tangerang belum secara matang dalam memikirikan teknis lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi membenarkan, bahwa penyaluran bansos tersebut terjadi kerumunan. Ia mengatakan, penyaluran bansos hari ini dilakukan secara serentak di dua kecamatan yaitu kecamatan Tangerang dan Kecamatan Cibodas.

"Kalau untuk hari ini pembagian Bansos (BLT) di Kota Tangerang hanya dua Kecamatan, untuk 4 berturut-turut senilai Rp300 ribu per KK," ujar Suli kepada awak media.

Menurut Suli, kerumunan warga tersebut disebabkan oleh kekurangan tenaga teller PT Pos Indonesia saat proses penyaluran BLT, sehingga tidak seimbang dengan jumlah penerima manfaat.

Namun demikian, pihaknya kedepan akan berusaha menambahkan tenaga teller sehingga tidak terjadi lagi kerumunan.

"Tetapi tidak semua titik bantuan sosial tunai seperti itu. Bagi yang terpenuhi berjalan sebagaimana yang diharapkan," tegas dia.

"Kami mohon kepada masyarakat (penerima BLT) kerjasamanya agar mematuhi jadwal undangan sesuai jam yang ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan," imbau dia. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek