Hukum_Kriminal
Minggu 09 Desember 2018 22:14
Wisnu Yudha Mukti, Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Wisnu Yudha Mukti, calon anggota DPRD Kabupaten Tangerang asal daerah pemilihan alias dapil I (Solear, Jambe, Tigaraksa, Balaraja, Cisoka dan Jayanti), dilaporkan ke Panitia Pengawas Kecamatan [Panwascam] Kecamatan Balaraja.

Laporan tersebut dilakukan seorang panitia peringatan hari besar [maulid Nabi], atas dugaan kampanye berupa pembagian kalender caleg Wisnu Yudha Mukti dan Miptahudin, pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, di Masjid Jamiatur Rohmat, Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Jumat (07/12) malam kemarin.

Kepada awak BantenExpres ini, Wisnu Yudha Mukti menegaskan tidak ada pembagian kalender di masjid tersebut. “Tidak ada pembagian kalender di dalam masjid,” kata dia memberikan keterangan, Minggu (09/12) malam.

Menurut dia kalender itu disimpan di warung yang berdekatan dengan masjid lokasi acara maulid, oleh seorang simpatisan. Masih kata Wisnu, dipastikan simpatisan itu tidak ada niat untuk membagikan kalender bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi.

"Kalender itu mau dibagikan saat tasyakuran nanti karena jalan lingkungan itu telah selesai dibangun. Bukan saat kegiatan peringatan maulid," ujarnya.

Hanya saja karena antusiasme warga yang menginginkan kalender itu, lanjut dia. “Tidak ada relawan atau simpatisan yang membagikan kalender itu didalam masjid atau taklim,” pungkas Wisnu yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang ini.  

Diketahui, seorang panitia peringatan Maulid Nabi,  Romdoni melaporkan dugaan pelanggaran kampanye (pembagian kalender) tersebut ke Panwascam Balaraja, pada Sabtu (08/12). 

"Awalnya kami tidak tahu karena kami sibuk mempersiapkan acara. Tapi salah satu panitia sempat melihat yang membagikan seorang perempuan," terangnya kepada wartawan atas beredarnya kalender di masjid pada acara itu.

Romdoni pun meminta caleg yang bersangkutan bertanggung jawab atas peristiwa yang ia sebut sebagai kampanye memalukan. 

Ia juga minta Panwaslu menindaklanjuti dugaan pelanggaran itu dan memberikan sanksi tegas, agar peristiwa itu tidak terulang lagi dikemudian hari.  "Hukum harus ditegakan,  jatuhkan sanksi setegas-tegasnya," kata dia sembari berjanji akan mengawal laporan tersebut. (EDY)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek