Lapsus
Rabu 24 Maret 2021 19:08
Pendopo Banten di pusat Alun-alun Kota Serang. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

BANTENEXPRES - Siapa yang tidak tahu dengan Pendopo Gubernur Banten yang berlokasi di kawasan atau pusat alun-alun Kota Serang. Selain wisata religi Banten Lama, Pendopo Banten juga salah satu icon di Tanah Jawara peninggalan masa kolonial Belanda pada abad 19.

Pasca dijadikanya Museum Negeri Banten pada 2015 lalu di era Gubernur Rano Karno. Kini, Pendopo Gubernur Banten nampak tak terawat, beberapa bagian atau struktur bangunan terlihat kusam.

Pada bagian depan, bangunan yang kokoh dengan pilar-pilar besar nan tinggi menjulang ini terlihat mengelupas di plapon atas dan ujung-ujung penyangganya. Tengok saja kesana.

Tampak samping juga tidak terlihat lagi aura keindahan arsitekturnya. Bangunan (Pendopo Banten) yang konon menurut sejarah dibangun pada tahun 1828 ini, di bagian samping kiri nampak kusam akibat jejak-jejak air hujan pekat menghitam.

Diketahui Pendopo Gubernur Banten terdiri beberapa bangunan-bangunan lainnya. Kanan kiri berdiri bangunan yang masih digunakan, salah satunya kantor Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten menempati sisi kiri dari Pendopo utama sejak 3 bulan lalu.

Sebelah kanan pun katanya digunakan untuk gedung kesenian. Sementara diketahui pada bangunan belakang sebelumnya adalah sebagai Rumah Dinas Gubernur Banten.

Namun sayang, eks Pendopo Gubernur Banten terasa tak terawat apalagi disaat musim pandemi ini. Biasanya setiap tahun Pendopo ini sebagai titik puncak persembahan Seba Baduy yang menambah hidupnya Sang Pendopo.

Dimana setiap Seba Baduy tiba, Pendopo Banten ramai meriah hingga beberapa hari. Dihiasi lampu-lampu dan pertunjukan kesenian membuat cagar budaya ini sangat mempesona sebagai destinasi wisata budaya.

Kini, seusai gemerlap agenda-agenda tersebut ditambah lagi hantaman Covid-19, Pendopo Banten nampak beku. Dan saat malam tiba, kawasan peninggalan kolonial Belanda ini hanya menyuguhkan tarian-tarian dedaunan pohon-pohon besar dihalaman Pendopo.

Beberapa personel keamanan Pol PP dipintu gerbang dengan setia menjaga area ini. Seperti biasa di hari-hari kerja Pendopo ini juga masih terus dijadikan tempat untuk rapat dari berbagai dinas, menurut sumber yang ditemui.

"Kadang masih terpakai (Pendopo) itu untuk kegiatan rapat dinas. Karena pandemi ini yah sepi," kata salah satu Komisioner KI Provinsi Banten saat berbincang dengan awak media ini, Senin (22/03) kemarin.

Ia juga mengungkap, saat kantornya akan menempati salah satu bangunan di area Pendopo ini, ruangan bangunan nampak tidak terawat.

"Yah karena mungkin sudah lama tidak digunakan, ruangan ini tadinya tidak tertata. Debu dan lainnya kita bersihkan untuk kantor KI sejak 3 bulan lalu," jelasnya.

Sejarah Singkat Pendopo Gubernur

Mengulas masa lalu, dikutip dari beberapa sumber. Sejak dibangun pertama kali tahun 1828, bangunan Pendopo Gubernur ini telah mengalami belasan kali renovasi dan rehabilitasi.

Cuaca dan alam tropis yang lembab disamping daya dukung sebagian bahan bangunan dalam perjalanan ratusan tahun telah membuat bangunan yang terdahulu simbol kemegahan dan keberkuasaan Pemerintah Kolonial harus mengalami renovasi berkali-kali.

Kemegahan Kantor Residence Banten ini kemudian mendorong muncul gedung dan bangunan-bangunan kolonial lainnya di Serang, seperti Pendopo Bupati Serang, Gereja, Pasar Lama, Sekolah Eropa, Kantor Pos, Bank Java, Hotel dan rumah-rumah (dinas) kolonial.

Dalam perkembangannya, kemudian Kota Serang (yang kini Ibu Kota Provinsi Banten) tumbuh menjadi kota yang dipenuhi oleh bangunan ber-arsitektur kolonial atau bergaya eropa yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Pada awal didirikan, Pendopo ini digunakan sebagai kantor Residentie Van Bantam di abad 19, kemudian dijadikan kantor pemerintahan Jepang saat penjajahan Jepang, setelah kemerdekaan sekira tahun 1974, bangunan digunakan sebagai Rumah Dinas Gubernur Banten.

Namun, sejak Kantor Gubernur Provinsi Banten dipindahkan ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), bangunan ini dialih fungsikan menjadi sebuah Museum karena dilihat dari lokasi dan nilai bangunannya, sangat tepat dijadikan Museum sehinga bangunan ini diresmikan dengan nama Museum Negeri Pendopo Banten.

Setelah itu, banyak masyarakat berharap Pendopo Banten atau Museum Negeri Pendopo Banten dapat kembali menghidupkan aktivitas-aktivitas kesenian atau seni budaya khususnya kesenian dan kebudayaan peninggalan para leluhur.

Karena Banten kental dengan ragam kesenian dan kebudayaan yang bermuatan kearifan lokal. Jangan sampai generasi millenial tak kenal akan budaya sendiri akibat era digital. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek