Hukum_Kriminal
Senin 22 Juli 2019 01:07
Diskusi publik FORWAT, polemik Kemenkumham vs Walikota Tangerang, Ahad (21/07). (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

TANGERANG – Kabag Humas Pemkot Tangerang Ahmad Ricky Fauzan, minta polemik Walikota Tangerang Arief Wismansyah dengan Menkum HAM Yasonna Laoly tidak perlu lagi diperdebatkan.

Yah karena memang sudah tidak ada lagi perselisihan. Semuanya sudah berdamai dan pekan depan akan segera diselesaikan atas permasalahan yang ada,” kata Ricky pada acara diskusi publik yang digagas Forum Wartawan Tangerang (FORWAT), Ahad (21/07), disalah satu Restro di Tangerang.

Diskusi publik dengan tema “Solusi Untuk Mispersepsi – Hikmah Perseteruan Menkumham vs Walikota Tangerang” mengangkat hot topik pada pekan kemarin. Hadir dalam kesempatan ini, Rektor STISIP Yuppentek Bambang Kurniawan, Ketua Forwat Andy Lala, Pengamat Kebijakan Pemerintah Hasannudin Bije, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Agus Setiawan dan Direktur Program Banksasuci Ade Yunus.

Dikatakan Ricky, Pemrpov Banten akan segera bertindak melakukan langkah-langkah strategis (memediasi) dalam rangka menengahi segala konflik atau permasalahan antara Kemenkumham dan Walikota Tangerang.

“Rencananya Selasa nanti Pemprov Banten akan memfasilitasi Pemkot Tangerang dan pihak Kemenkumham. Sebab, semuanya pasti untuk kepentingan rakyat agar semua kembali pulih,” kata dia.

Ia juga menyebut, Walikota tak berniat mempersulit dalam persoalan kampus yang dibangun Kememkumham itu, namun ingin lahan-lahan milik Kemenkum HAM dimanfaatkan lebih luas untuk kepentingan rakyat Tangerang.

Baca Juga: Rekonsiliasi, Walikota Tangerang Cium Tangan Menteri Yasonna

"Intinya Pak Wali berkeinginan fasos fasum itu ada sebagian lahan punya Kemenkum HAM diserahkan ke Pemkot Tangerang untuk dijadikan semacam alun-alun, lahan terbuka hijau untuk kepentingan masyarakat kota Tangerang,” ujarnya.

“Lahan yang dibangun kampus sekolah tinggi Kemenkumham itu memang tadinya untuk untuk perdagangan. Saat ini ada sekira 181 hektare lahan/asset milik Kemenkumham yang ada di Kota Tangerang, termasuk Pusat Pemeritahan Kota Tangerang yang sudah diserahkan," ungkap Ricky.

Seperti diketahui, perseteruan antara Kemenkumham dengan Walikota Tangerang Arief Wismansyah menggeliat panas pekan kemarin. Kedua lembaga saling lapor ke polisi hingga menjadi topik nasional.

Perseteruan antara Menkum HAM Yasonna Laoly dan Arief Wismansyah bermula dari sindiran yang dilontarkan di acara peresmian Politeknik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan HAM pada 9 Juli lalu. Yasonna menyindir proses perizinan pembangunan politeknik yang terasa dipersulit.

Kemendagri dengan cepat menjadi penengah atasi persoalan ini. Kedua lembaga Pemkot Tangerang dan Kemenkumham sepakat berdamai dan menarik masing-masing laporan. Demi kepentigan dan layanan publik.

Sebelumnya Walikota Tangerang memboikot beberapa layanan yang ada di lahan Kemenkumham di Kota Tangerang, seperti pemadaman listrik, penarikan sampah di Komplek Kehakiman Pengayoman, di Kecamatan Tangerang. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek