Hukum_Kriminal
Senin 14 Desember 2020 16:38
Warga korban gusuran jalan tol JORR-II melakukan aksi dijalanan demi bertahan hidup. (FOTO: BantenExpres)
\"Share

TANGERANG - Puluhan warga korban penggusuran jalan tol (JORR II), Kelurahan Benda, Kecamatan Jurumudi, Kota Tangerang menggruduk kantor Walikota Tangerang, Senin (14/12).

Dalam aksi unjukrasa yang di dominasi emak-emak dan anak-anak ini diwarnai sesak tangis, membuat aparat dari Pol PP Kota Tangerang sempat kewalahan yang mencoba menghadang.

Aparat menghadang emak-emak karena memaksa masuk untuk bertemu Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah. Menyampaikan tuntutan mereka.

Para emak-emak itu menangis histeris dan adu mulut dengan aparat keamanan membuat kericuhan di lobby gedung Pemkot Tangerang.

Sebelumnya para massa memaksa masuk, kaum emak-emak tersebut terlebih dahulu melakukan orasi. Emak-emak dalam orasinya menyindir Wali Kota Tangerang yang tidak pernah menemui para korban gusuran tol JORR II.

Kata mereka, Walikota Tangerang hanya mau menemui warga saat membutuhkan suara dalam pilkada saja. Sindir mereka sembari terus menangis.

"Jangan datang saat mau pemilihan saja, tapi ketika kami mengadu, bapak (Wali Kota) tidak mau menemui kita," ujar seorang warga.

Dirinya menyebutkan kasus tersebut sudah lama. Diketahui puluhan rumah warga dieksekusi pengosongan oleh pengadilan negeri klas 1 A Tangerang sejak (01/09) lalu. Mereka pun berharap Wali Kota Tangerang turut andil dalam menyelesaikan permasalah warga.

"Kasus kami sudah terlalu lama, seharusnya bapak harus andil ketika kami ada masalah. Bapak jangan tutup telinga, tutup mata," cetusnya.

Emak-emak ini juga mengancam akan melakukan aksi di rumah Walikota Tangerang Arief Wismansyah, jika Walikota tidak bisa menemui warga.

Sementara itu, salah seorang advokasi warga, Marsel mengatakan, pihaknya akan bertahan sampai hari Jumat 18 Desember mendatang. Mereka juga membangun posko kemanusiaan untuk warga menginap.

"Aksi ini akan terus berlanjut dari tanggal 14 - 18, kami akan bertahan sampai ketemu Wali Kota, namun apabila Wali Kota menemui hari ini kemungkinan besar akan bubar," jelas dia.

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada Pemkot untuk segera mengambil sikap kepada siapa Pemkot berpihak. Meski demikian, saat ini kasus gusuran telah masuk dalam mediasi yang sedang berlangsung di PN Tangerang terkait gugatan harga konsinyasi warga korban gusuran jalan tol tersebut.

Pantauan dilokasi, warga korban gusuran ini membawa peralatan memasak, kompor gas hingga kebutuhan makan minum mereka dengan membuka tenda sebagai posko kemanusiaan korban gusuran jalan tol JORR-II. (ZIE/GUNG)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek