Ekonomi
Rabu 09 Oktober 2019 20:17
Ketua Garteks KSBSI Tangerang Tri Pamungkas dan Ketua Kab Serang Faizal Rakhman. (BantenExpres | Azie Stianegara)
\"Share

SERANG – Ratusan aktivis buruh alias pekerja dari berbagai serikat buruh di Banten yang tergabung dalam keluarga besar FSB GARTEKS Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), merayakan festival “Decent Work Day 2019”, yang digelar di GOR Stadion Maulana Yusuf, Ciceri Kota Serang, Ahad (06/10) kemarin.

Perayaan festival dalam rangka menyambut Hari Pekerja Layak Se-Dunia. Acara dengan tema “Menjadikan Serikat Buruh Yang Kuat Serta Mampu Beradaptasi Di Era Revolusi Industri 4.0” juga diisi pentas seni budaya.  

Hadir Ketua Umum FSB Garteks SBSI Ary Joko Sulistyo, Sekjen DPP KSBSI Deden Hardianto, MPO Garteks KSBSI yang juga eks Ketum SBSI Rexon Silaban, serta Ketua Garteks KSBSI Tangerang Raya Tri Pamungkas, Ketua Garteks KSBSI Serang Faizal Rakhman dan FSB GARTEKS Kabupaten Bogor dan Jakarta.

Kegiatan festival Decent Work Day 2019 ini diadakan untuk membangun kesadaran kaum buruh atau pekerja agar terlibat kampanye kerja layak di perusahaan. “Juga untuk membangun solidaritas diantara buruh atau pekerja, khususnya keluarga besar Garteks dan lintas sektor lainnya,” kata Joko kepada BantenExpres, dijeda acara.

BACA JUGA: Peduli Buruh, Garteks SBSI Tangerang Buka YLBH

Dan yang terpenting, kata Joko, hari ini pihaknya melakukan kegiatan bersama-sama, Garteks Banten untuk satu perjuangan. Dimana ia akan memperjuangan tiga hal penting, pertama memperjuangkan soal upah, kedua memperjuangkan soal kebebasan berserikat.

“Dan yang ketiga adalah, kita memperjuangkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada buruh pekerja. Misal terkait revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2003 dan kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya yang dapat merugikan buruh atau pekerja ini,” ucap dia.

Joko menambahkan, kegiatan festival ini juga adalah untuk memperingati bagaimana pihaknya mendorong pemerintah untuk menciptakan pekerjaan layak dan upah layak.

“Oleh karena itu, bagaimana peran dari serikat buruh ini dalam mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah supaya tidak keluar dari pada perjuangan membangun kesejahteraan buruh pekerja,” kata Joko.

Menurut Joko, ancaman bagi buruh di Banten saat ini adalah relokasi pabrik-pabrik yang sekarang masih terus dilakukan oleh pelaku-pelaku usaha.

“Ancaman ini perlu kita sikapi, dengan bagaimana kita membangun sebuah hubungan industrial yang harmonis dengan pelaku usaha, dengan pemerintah juga. Oleh karena ini ancaman bersama bagi buruh pekerja di Banten, pemerintah-lah yang bertanggungjawab terhadap pengawasan ketenagakerjaan,” tandas Joko. (ZIE)

Tentang Kami | Hubungi Kami | Redaksi | Disclaimer

PT BantenExpres Siber Media ©2018     develop by mitratek